14 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Polisi Tolak Izin Deklarasi #2019gantipresiden di Samarinda


Polisi Tolak Izin Deklarasi #2019gantipresiden di Samarinda
Aksi massa yang mendeklarasikan #2019gantipresiden di Monas, Jakarta beberapa waktu lalu. (Net)

KLIKBONTANG.COM - Deklarasi #2019Ganti Presdiden di Samarinda tidak mendapatkan izin keramaian dari pihak kepolisian setempat. Alasannya, kegiatan itu berpotensi menimbulkan bentrok antarkelompok yang menolak.

Deklarasi #2019GantiPresiden sendiri dijadwalkan berlangsung Sabtu (15/9) pagi besok, pukul 09.00 WITA, di halaman parkir GOR Sempaja, Jalan KH Wahid Hasyim, Samarinda. Bahkan, pencetus gerakan tersebut, Mardani Ali Sera, direncanakan hadir.

"Enggak dikasih izin keramaian. Izin keramaiannya tidak bisa dikeluarkan," kata Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto, Jumat (14/9).

Vendra menerangkan, dalam kajian kepolisian, aksi itu, berpotensi menimbulkan ketersinggungan antarkelompok masyarakat. "Ya, seperti itu. Ada aksi penolakan-penolakan. Ya, ada juga di hari yang sama aksi penolakan. Sebelumnya kan juga ada aksi penolakan," tambahnya.

Tak cuma kegiatan #2019gantipresiden, surat dari kelompok yang ingin aksi menolak diadakannya kegiatan itu juga tak diizinkan. "Ada juga yang pakai surat resmi. Makanya tidak bisa kita berikan," tegasnya.

Namun, katanya, apabila aksi itu tetap digelar kepolisian tetap akan bijaksana menghadapinya. "Kita menjaga, keamanan semua masyarakat. Jangan sampai terjadi dua kelompok bersinggungan, atau bentrokan," ungkapnya.

Pada Sabtu (15/9) besok, menurut Vendra, juga berlangsung kegiatan gladi bersih deklarasi 3 pilar Pemprov Kaltim, TNI, dan Polri, yang dijadwalkan berlangsung Senin (17/9). 2 Kompi Brimob Polda Kalimantan Timur, 1 kompi dan 1 pleton TNI, serta 500 personel Polresta Samarinda, dilibatkan dalam aksi gladi besok.

"Besok juga ada latihan gladi bersama 3 pilar (Pemprov Kaltim, Polri dan TNI) hari Senin. Bersamaaan besok juga," jelasnya.

Sebelumnya, kelompok massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kaltim Cinta NKRI menggelar aksi di depan Markas Polresta Samarinda, Jalan Untung Surapati, Senin, 10 September 2018. Mereka menuntut agar polisi bertindak tegas dalam menangani sejumlah gerakan yang bisa menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebelumnya, Aliansi ini melakukan aksi longmarch sejauh 2 kilometer sebagai simbol perjuangan. Aksi ini berkaitan dengan penolakan rencana pelaksanaan acara deklarasi #2019GantiPresiden di Samarinda oleh kelompok masyarakat tertentu pada 15 September 2018 mendatang.

Aliansi menilai, aksi deklarasi #2019GantiPresiden sarat akan pesan provokatif yang dapat menciptakan konflik di tengah masyarakat. Warga menyatakan akan membubarkan deklarasi gerakan ini dan memblokade pintu masuk semua pintu masuk ke Samarinda jika sampai polisi mengeluarkan izin bagi kegiatan tersebut.

Koordinator Aksi, Thamrin mengatakan kemunculan deklarasi gerakan ini telah membuat konflik di sejumlah daerah di Indonesia. Karena itu, Aliansi meminta kepada aparat kepolisian untuk memerangi gerakan yang ditunggangi kelompok tertentu dalam gerakan deklarasi #2019GantiPresiden.

Aliansi menilai jika gerakan #2019GantiPresiden itu merontokkan nilai-nilai demokrasi, pembodohan, dan provokasi. Karena itu, gerakan tersebut tidak cocok dengan iklim demokrasi di Kaltim yang cinta damai. Kaltim merupakan daerah yang kondusif dengan warga yang majemuk.

"Kami tidak menghalang-halangi kegiatan orang selama tidak meresahkan kegiatan masyarakat. Yang kita tahu gerakan ini meresahkan masyarakat. Kalau kampanye silakan saja. Tapi ada masanya," ujar Thamrin.

Menanggapi aksi tersebut, Kapolresta Samarinda, Kombespol Vendra Riviyanto yang menemui langsung para pendemo di depan pintu masuk Maolresta Samarinda mengatakan, harapan masyarakat agar Kaltim damai adalah keinginan semua pihak. Dalam hal ini, menurut Vendra, polisi akan tetap menjaga kondusivitas Samarinda.

Soal izin pelaksanaan deklarasi #2019GantiPresiden, Kapolresta Samarinda mengaku masih melihat berbagai kondisi yang berkembang saat ini. Pihaknya terus memantau kondisi dan situasi masyarakat agar tetap stabil.

"Kita pertimbangkan dulu sambil yang ini bekerja," ujar Kombespol Vendra. (*)

Reporter : Jie Ramadhan    Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0