23 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Diduga Korupsi Hibah Rp30 Miliar, Kejari Geledah Kantor KPU Mahulu


Diduga Korupsi Hibah Rp30 Miliar, Kejari Geledah Kantor KPU Mahulu
Kejari Kubar menggeledah Kantor KPU Mahulu, Kamis (14/9) siang kemarin, mulai pukul 11.30 WITA. (IST)

KLIKBONTANG.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Barat, Kalimantan Timur menggeledah kantor KPU Mahakam Ulu (Mahulu). Penggeledahan selama 2 jam dilakukan Kamis (14/9) siang kemarin, mulai pukul 11.30 WITA.

Penggeledahan itu terkait dugaan korupsi penggunaan dana hibah Rp 30 miliar bersumber dari APBD Mahakam Ulu tahun 2015. Sejumlah dokumen disita sebagai barang bukti. Dugaan kasus korupsi itu naik ke tingkat penyidikan sejak 16 Agustus 2018 lalu.

"Anggaran (Rp30 miliar) sampai saat ini, pun tidak ada pertanggungjawabannya. Tidak bisa mempertanggungjawabkan," kata Kasi Pidsus Kejari Kutai Barat, Indra Rivani, kepada wartawan.

Kata Indra, penyelidikan sejatinya dimulai akhir Desember 2017. Mengingat, sedang berlangsung agenda Pilgub Kaltim, Kejari menunda penggeledahan. "Usai Pilgub, kami lanjutkan lagi, dan tanggal 16 (Agustus 2018), naik ke penyidikan," beber Indra.

"Dari KPU Mahulu, kita amankan dokumen penggunaan anggaran tahun 2015. Saat kami ke sana, komisioner ada kegiatan di luar Mahulu. Jadi, yang ada saat itu, pegawai sekretariat KPU Mahulu," tambah Indra.

Dalam kasus dugaan korupsi itu, sedikitnya sudah 10 saksi diperiksa. "Segera kita minta bantuan ke ahli, sehingga kita bisa temukan nilai kerugian negara, dan menentukan siapa yang bertanggungjawab," terang Indra.

Dijelaskan Indra, anggaran Rp 30 miliar itu, diterima KPU Mahulu masing-masing Rp 12 miliar dalam APBD murni, dan Rp 18 miliar dalam APBD Perubahan. "Waktu anggaran murni itu, kan belum ada komisioner KPU Mahakam Ulu yang definitif. Kerja KPU tahun 2015 dari Januari sampai November itu, masih diambilalih KPU Kalimantan Timur," ungkap Indra.

"Komisioner KPU Mahakam Ulu, baru dilantik November 2015. Nah ini sedang kita pilah, penggunaan anggaran itu apakah dimasa KPU Kaltim atau sesudah pelantikan komisioner KPU Mahakam Ulu," kata Indra. (*)

Reporter : Inara Dafina    Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0