23 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Raih Predikat Terbaik 2 ISDA 2018, Wujud Apresiasi Rahmawati untuk Pupuk Kaltim


Raih Predikat Terbaik 2 ISDA 2018, Wujud Apresiasi Rahmawati untuk Pupuk Kaltim
Rahmawati, Ketua Kube Mekarsari (kanan) saat menerima penghargaan predikat terbaik 2 kategori perorangan ISDA 2018 didampingi Dwi Pudyasmoro, Manager CSR Pupuk Kaltim (tengah). (IST)

KLIKBONTANG.COM - Meraih predikat terbaik 2 kategori perorangan di ajang Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2018, menjadi sebuah kebanggaan bagi Rahmawati, Ketua Kelompok Usaha Bersama (Kube) Mekarsari, binaan Pupuk Kaltim. 

Dirinya tergerak menginisiasi program pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan kompos. Mengubah pola pikir warga di sekitar tempat tinggalnya, RT 07, Kelurahan Guntung agar lebih peduli terhadap lingkungan. 

Terlebih, pada 2010 lalu, kondisi lingkungan yang tak teratur dan penuh sampah membuat Pemkot Bontang sempat menyematkan predikat hitam (Black Award). Inilah yang membuat keprihatinan Rahmawati, sehingga Ia melahirkan gagasan pengelolaan kompos memanfaatkan sampah daun kering yang bertebaran menjadi produk bernilai ekonomis. 

“Itu tahun 2013, atas dorongan pak Yunus (Ketua RT 07, Kelurahan Guntung) dari awal hanya untuk mengajak warga bisa bersih-bersih, akhirnya ide pembuatan kompos dimulai,” kata Rahmawati. 

Bak gayung bersambut, upaya Rahmawati pun dilirik Pupuk Kaltim, yang melihat potensi pengelolaan lingkungan sehat melalui pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi Ibu Rumah Tangga (IRT). 

Pupuk Kaltim mulai membina Kube Mekarsari dengan Program “Kompos Berbasis Masyarakat” sejak akhir 2013. Ragam pendampingan pun diberikan, mulai pelatihan manajemen kelompok, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga fasilitas, dan alat pengolah kompos.

Seluruh program dirancang maksimal melalui rembuk bersama Ketua RT dan Pupuk Kaltim, hingga bekerjasama dengan Yayasan Bina Kelola Lingkungan (BIKAL) Kota Bontang. Hal ini, agar penerapan program dapat terlaksana sesuai dan tepat sasaran. 

Lima tahun berjalan, Kube Mekarsari menampakkan hasil signifikan. Mulai pengelolaan lingkungan di RT 07 yang perlahan bersih dari sampah, kesadaran warga akan pentingnya menjaga lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan kompos dengan hasil produksi yang terus meningkat. 

Kiprah itu kemudian mengantar Kube Mekarsari meraih Juara 1 Nasional Kube Berprestasi pada 2016. Rahmawati pun terpilih sebagai Inspirator Terbaik pada ajang Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kaltim 2017. Tahun ini, tak hanya Rahmawati, Kube Mekarsari turut meraih Predikat Gold ISDA 2018, serta menjadi salah satu program terbaik yang diusulkan Pupuk Kaltim. 

“Ini semua berkat pembinaan dan pendampingan dari Pupuk Kaltim hingga Kube Mekarsari mampu berkembang dengan baik,” tutur Rahmawati. 

Gagasan Rahmawati melalui Kube Mekarsari dinilai mencakup sejumlah poin dari 17 tujuan pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pemberdayaan masyarakat dengan menciptakan lapangan pekerjaan, hingga menurunkan angka kemiskinan, khususnya di RT 07, Kelurahan Guntung.

Penurunan tingkat kemiskinan di RT 07 terbilang drastis, dari sebanyak 30 warga miskin pada 2013, saat ini hanya tersisa 13 warga. Selebihnya, mampu mandiri dan memperbaiki perekonomian keluarga, pasca pemberdayaan di Kube Mekarsari, dengan rata-rata penghasilan Rp 500 Ribu sampai Rp 1 Juta per bulan.

Poin tersebut menjadi salah satu penilaian utama ISDA 2018 oleh tim juri Corporate Forum for Community Development (CFCD). Disamping itu, peranan Rahmawati sebagai ketua Kube dalam menciptakan inovasi baru yang berkelanjutan, termasuk kiat serta kendala, hingga peran Pupuk Kaltim dalam pembinaan.

“Penilaiannya cukup ketat dan cuma satu hari. Ditambah kita harus meyakinkan juri kalau program itu berjalan baik dan sesuai target. Alhamdulillah, kerja keras kami akhirnya diganjar penghargaan ini,” lanjut ibu dua anak ini. 

Ia mengaku sama sekali tak terpikirkan mampu meraih sejumlah penghargaan bergengsi atas apa yang dilakukan selama ini. Apalagi dukungan serta dorongan Pupuk Kaltim terus memotivasinya mengembangkan usaha kompos yang kini dilakoni sebanyak 23 IRT di RT 07, Kelurahan Guntung. Selain itu, memacu semangatnya untuk berbuat lebih bagi masyarakat dan Kota Bontang.

“Ini semata wujud terima kasih kami atas apa yang diberikan Pupuk Kaltim, agar mampu berbuat bagi masyarakat dan daerah. Tanpa pembinaan dari Pupuk Kaltim, kami yakin tak akan sampai di titik ini,” tutur dia. 

Ke depan, wanita kelahiran Marangkayu 6 Maret 1974 ini menargetkan Kube Mekarsari menjadi usaha mandiri dan tidak terus bergantung sebagai mitra binaan Pupuk Kaltim. Pengembangan itu untuk mencapai tujuan berkelanjutan sehingga mampu memberdayakan masyarakat dengan cakupan yang lebih luas. Langkah tersebut pun diakuinya berkat dorongan yang diberikan Pupuk Kaltim, bahkan membuka peluang kerjasama dengan berbagai pihak. Harapannya, Kube Mekarsari mampu menjadi mitra strategis Perusahaan untuk penyediaan kompos daun sebagai bahan baku Biotara.  

“Itu gagasan besarnya dan saat ini kita upayakan bagaimana program ini bisa mencakup lebih luas. Minimal bagi seluruh warga miskin di Kelurahan Guntung,” terang Rahmawati. 

Prestasi serupa juga diharap Rahmawati misalnya mampu dicapai seluruh mitra binaan Pupuk Kaltim dan bisa mandiri dengan usaha yang dijalani. Utamanya pemberdayaan masyarakat secara luas, serta mengikis angka pengangguran dan tingkat kemiskinan di Kota Bontang. Juga melalui penciptaan lapangan kerja yang layak dengan tetap memperhatikan faktor lingkungan yang bersih dan sehat.

“Saya yakin itu juga visi dari CSR Pupuk Kaltim bagi masyarakat dan jangan sia-siakan kesempatan itu,” pungkas dia. (*/vo/nav/adv)

Reporter : Humas Pupuk Kaltim    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0