18 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Inilah Ciri Sakit Kepala Akibat Penyakit Kanker Otak


Inilah Ciri Sakit Kepala Akibat Penyakit Kanker Otak
Inilah Ciri Sakit Kepala Akibat Penyakit Kanker Otak (Wavebreakmedia/Shutterstock)

KLIKBONTANG.COM - Beberapa waktu yang lalu dunia dikejutkan dengan meninggalnya salah satu senator Amerika Serikat yang sangat vokal, John McCain. Ia mengembuskan napas terakhir di usia 81 tahun akibat penyakit kanker otak jenis glioblastoma.

Kejadian itu membuat orang-orang khawatir dan waspada, khususnya saat sakit kepala melanda. Ini karena sakit kepala merupakan salah satu gejala khas yang bisa terjadi akibat kanker otak.

Mengenal sakit kepala
Sakit kepala merupakan keluhan yang bisa dialami oleh siapa saja. Keadaan ini memiliki berbagai karakteristik, mulai dari lokasi hingga sifat nyeri yang berbeda satu sama lain.

Sakit kepala dapat disebabkan oleh berbagai hal. Secara garis besar, hal itu diklasifikasikan menjadi organik dan fungsional.

a. Sakit kepala fungsional
Sakit kepala fungsional adalah keluhan yang disebabkan oleh adanya kelainan fungsi tanpa adanya kelainan anatomis. Sakit kepala jenis ini misalnya migrain, tension type headache, dan cluster headache. Sakit kepala fungsional adalah jenis keluhan yang paling sering terjadi.

b. Sakit kepala organik
Sakit kepala dikatakan organik jika terdapat suatu kelainan anatomis yang menyebabkan munculnya keluhan, seperti sinusitis, benturan pada kepala, perdarahan dalam kepala, infeksi otak, atau kanker otak.

Sakit kepala kanker otak
Kanker otak umumnya terjadi pada usia di atas 40 tahun. Meski demikian, penyakit ini sebenarnya dapat menyerang usia berapa saja, bahkan pada anak sekalipun.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, sakit kepala adalah salah satu gejala kanker otak. Namun perlu diketahui bahwa tidak semua kasus sakit kepala disebabkan oleh kanker otak.

Sakit kepala akibat kanker otak biasanya bersifat kronis dan semakin lama semakin memberat, seiring dengan pertambahan ukuran tumor. Selain itu, sakit kepala akibat kanker otak juga biasanya disertai oleh gejala-gejala kelainan saraf yang disebut dengan istilah red flag. Beberapa gejala tambahan yang membuat Anda perlu waspada akan kemungkinan kanker otak adalah:

  • Kejang
  • Penurunan kesadaran
  • Mual dan muntah
  • Rasa baal
  • Adanya gangguan penglihatan
  • Adanya kelumpuhan tubuh, terutama pada satu sisi
  • Gangguan biacara dan menelan
  • Perubahan personalitas
  • Jika Anda mengalami tanda-tanda red flag seperti di atas, jangan tunda untuk segera berobat ke dokter ahli saraf. Hal ini bertujuan agar Anda bisa segera mendapatkan pemeriksaan lanjutan untuk mengonfirmasi kondisi kesehatan.

Saat pemeriksaan dokter biasanya akan melakukan wawancara mendalam, pemeriksaan fisis umum dan pemeriksaan fisis neurologis. Pemeriksaan penunjang seperti CT scan kepala atau MRI juga terkadang diperlukan jika terdapat kecurigaan adanya kanker otak.

Pemeriksaan CT scan atau MRI dapat mendeteksi ada atau tidaknya tumor, lokasi, serta perkiraan jenis tumor tersebut. Perlu diingat bahwa kanker otak bisa merupakan kanker yang memang berasal dari otak ataupun akibat sel abnormal yang menyebar dari organ lain. Untuk itu, pemeriksaan penunjang lain mungkin perlu dilakukan untuk mencari adanya kemungkinan kanker di organ tubuh lainnya.

Bila hasilnya positif kanker otak, teknik pengobatan yang bisa dilakukan adalah pembedahan dan radioterapi. Keduanya disesuaikan dengan jenis, ukuran, dan lokasi kanker otak. Di samping itu, rehabilitasi setelah operasi tumor juga penting dilakukan oleh pasien untuk mengembalikan fungsi saraf.

Setelah mengetahui fakta di atas, Anda tak perlu buru-buru panik bila mengalami sakit kepala. Ini karena tak setiap kasus sakit kepala disebabkan oleh kanker otak. Namun, tak ada salahnya bila Anda ingin memeriksakan diri lebih lanjut ke dokter, apalagi bila mengalami sakit kepala berulang disertai dengan gejala-gejala lain yang disebutkan di atas. (*)

Reporter : klikdokter    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0