20 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ayah di Samarinda Tega Aniaya Anak Kandung Usia 2 Bulan


Ayah di Samarinda Tega Aniaya Anak Kandung Usia 2 Bulan
Ilustrasi.

KLIKBONTANG.COM - Seorang ayah di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) bernama Choirul Agus (24) tega menganiaya anak kandungnya sendiri, Muhammad Ramzi, yang masih berusia 2 bulan.

Perilaku menyimpang dari pengemudi angkutan kota C di Kota Tepian ini terjadi hanya karena sang ayah mendengar tangisan anak yang tidak berhenti. Peristiwa itu terjadi pada 3 Juli 2018 tepat di depan istrinya.

Upaya sang istri untuk menolong sang anak sia-sia karena Choirul semakin beringas memukul.

Akibat perbuatan warga Jalan Adam Malik, Gang Keluarga, Kelurahan Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang tersebut, balita malang ini harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Sang istri, Rusnah Ella, melaporkan kekerasan yang dilakukan Choirul kepada polisi pada 10 Juli 2018 lalu. Walhasil, polisi menangkap pengemudi angkot ini dan memeriksanya Jumat 13 Juli 2018.

Choirul pun harus berurusan dengan kepolisian Polsekta Sungai Kunjang. Choirul diduga melanggar pasal 80 junto pasal 76 c Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 dan perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara.

Namun, kepada petugas, Choirul justru membantah telah melakukan penganiayaan epada Muhammad Ramzi. Residivis kasus pembunuhan ini mengaku bahwa ia sangat menyayangi sang anak.

Choirul mengatakan, saat ia sedang tidur, ia mendengar anaknya menangis usai terjatuh dari ayunan.

"Itu, kan jatuh dari ayunan dulu, Pak. Jatuh dari ayunan ke tanah, baru saya gendong. Nangis terus, saya pukul kepalanya pertama. Lalu pipinya. Masih nangis terus, ahanya saya pukul. Masih nangis terus, jadi saya sudah jengkel, saya kasihkan istri saya," ujar Choirul.

Kanit Reskrim Polsekta Sungai Kunjang, Ipda Suyatno mengatakan, usai mendapat penganiayaan, balita malang ini langsung dibawa ke rumah sakit. Pihak kepolisian pun terus melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.

"Tersangka melakukan pemukulan itu karena anaknya nangis terus. Nangis kemudian dia emosi. Ya akhirnya terjadi itu. Namanya anak kecil ya wajar nangis," ujar Ipda Suyatno.

Hingga saat ini, balita Ramzi masih menjalani perawatan serius. Ibu korban masih menunggu pemulihan bayinya. (*)

Reporter : Jie | KlikSamrinda.com    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0