23 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Dikelola Pertamina, Produksi Blok Mahakam Kok Turun


Dikelola Pertamina, Produksi Blok Mahakam Kok Turun
Blok Mahakam. (IST)

KLIKBONTANG.COM - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat hingga semester I 2018 produksi Blok Mahakam belum mencapai target.

Hitungan SKK Migas, lifting minyak Blok Mahakam hingga semester I 2018 hanya sebesar 46.376 barrel of oil per day (bopd). Padahal target lifting minyak di APBN 2018 sebesar 48.271 bopd . Sementara lifting gas per 31 Juni 2018 hanya mencapai 916 juta kaki kubik per hari (mmscfd) atau 83,3 persen dari target 1.100 mmscfd.

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam tidak memungkiri fakta tersebut. Menurutnya, memang produksi Blok Mahakam saat ini dalam tahap penurunan atau decline produksi.

"Ini kita buat program untuk mengurangi decline. Pogram kita itu lebih tinggi dari pada program eksisting kemarin," tuturnya, di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Di sisi lain, Alam mengatakan, target produksi Blok Mahakam yang ditetapkan pemerintah dan Pertamina pada tahun ini memang lebih tinggi daripada target yang ditetapkan oleh operator sebelumnya yaitu Total EP Indonesie. Ini karena target produksi Blok Mahakam tahun ini lebih tinggi dari proyeksi produksi secara teknis.

"Kalau kami bicara kemampuan reservoir secara teknik segala macam itu seharusnya tidak setinggi itu. Tapi minta ke kawan-kawan (anak usaha) bisa perform lebih tinggi. Kalau misal target anak usaha belum terlalu mencapai target, saya sih tidak terlalu terkejut, itu terus harus jadi pemacu mereka," kata Alam.

Alam pun menyebut Pertamina akan terus berusaha meningkatkan produksi Blok Mahakam hingga mencapai target di akhir tahun 2018. Alam cukup optimistis produksi gas Blok Mahakam bisa di atas 1.000 mmscfd. "Kami usahakan, kami masih ada waktu," ujarnya.

Asal tahu saja, berdasarkan data SKK Migas, wilayah kerja Mahakam berproduksi minyak dan kondensat sebesar 52 ribu barel minyak per hari dan 1.360 juta kaki kubik gas bumi per hari. Hal itu menjadikan Blok Mahakam memiliki potensi yang cukup menjanjikan, dengan bukti per 1 Januari 2016 sebesar 4,9 TCF gas, 57 juta barel minyak, serta 45 juta barel kondensat.

Syamsu menambahkan, memang produksi Blok Mahakam tidak bisa capai target. Oleh karena itu berbagai upaya bakal ditambah untuk menambah sisi produksi hingga akhir tahun ini. "Nah, bahwa itu belom capai target selama satu tahun, kita memang harus ada effort. Kan masih ada enam bulan lagi," tuturnya.

Dia mengatakan, penurunan produksi terjadi karena issue beberapa sumur harus dimatikan, karena ada masalah safety. "Nah, ini kita lagi juga sambil evaluasi, kalau ada prognos, apakah semua harus dimatikan, parsial aja bisa enggak. Jadi enggak menggangu produksi," tuturnya.

Dalam sisa waktu yang hanya tinggal enam bulan lagi ini, Alam menambahkan, Pertamina akan berusaha melakukan pengeboran sumur di Blok Mahakam. Diharapkan kegiatan pengeboran ini bisa meningkatkan produksi blok migas yang ada di Kalimantan Timur tersebut. (*)

Reporter : Inara Dafina    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0