16 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Iklan Susu Kental Manis Dilarang Tayang di Acara Anak-Anak


Iklan Susu Kental Manis Dilarang Tayang di Acara Anak-Anak
Susu Kental Manis (Foto: Pixabay)

KLIKBONTANG.COM - Akhir-akhir ini banyak beredar permasalahan tentang susu kental manis atau SKM. Kabarnya, SKM disinyalir meningkatkan risiko diabetes dan obesitas pada anak-anak.

Hal ini diakibatkan pemahaman yang salah tentang SKM. Soalnya SKM ternyata hanya mengandung sedikit susu atau bahkan tidak mengandung susu sama sekali.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM, Penny Lukito, menjelaskan alasan kenapa susu kental manis tidak layak disebut susu. Itu karena SKM hanya mengandung lemak susu minimal 8%, protein miniman 6,5%, dan tidak mengandung susu sama sekali.

Kesalah pahaman ini dapat berbahaya karena sebagian besar orang menyamakan SKM dengan produk susu lain seperti susu UHT atau susu cair dan lain-lain sebagai minuman. Padahal mengonsumsi SKM secara berlebihan bisa berdampak pada risiko diabetes dan obesitas dikarenakan kadar gulanya yang tinggi.

Karena kekeliruan ini, BPOM mengeluarkan Surat Edaran tentang Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3) pada bulan Mei 2018.

Larangannya yakni dilarang menampilkan anak-anak berusia di bawah 5 tahun dalam bentuk apapun. Kemudian dilarang menggunakan visualisasi bahwa produk SKM disetarakan dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap gizi.

Selain itu, ada juga larangan menggunakan visualisasi gambar disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman. Khusus untuk iklan, dilarang menayangkan pada jam tayang acara anak-anak. Ke depannya, Penny mengatakan akan mengatur penggunaan SKM terbatas hanya sebagai pelengkap sajian.

Misalnya sebagai topping es campur atau campuran bahan kue dan sejenisnya. Jadi perlu dipahami sekali lagi bahwa SKM tidak disarankan diseduh sebagai minuman karena kandungan gulanya yang tinggi. Berikan anak produk susu seperti susu cair atau susu segar untuk lebih amannya.

5 Aturan Pelabelan dan Iklan Susu Kental Manis Menurut BPOM

Badan Pengawas Obat dan Makanan mengeluarkan edaran mengenai label dan iklan produk susu kental manis beserta analognya. Edaran tersebut untuk meluruskan salah kaprah informasi susu kental manis yang dianggap sebagai produk susu bernutrisi penambah asupan gizi oleh masyarakat.

Surat edaran BPOM bernomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 itu meminta produsen agar memerhatikan beberapa hal berikut terkait pelabelan dan iklan susu kental manis:

1. Dilarang menampilkan anak-anak berusia di bawah 5 (lima) tahun dalam bentuk apa pun

2. Dilarang menggunakan visualisasi bahwa produk susu kental dan analognya (kategori pangan 01.3) disetarakan dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap zat gizi. Produk susu lain antara lain susu sapi/susu yang dipasteurisasi/susu yang disterilisasi/susu formula/susu pertumbuhan

3. Dilarang menggunakan visualisasi gambar susu cair dan/atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman

4. Khusus untuk iklan, dilarang ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak

5. Produsen/ importir/ distributor produk susu kental dan analognya (kategori pangan 01.3) harus menyesuaikan dengan surat edaran ini paling lama enam bulan sejak ditetapkan.

Surat edaran BPOM tersebut menegaskan Pasal 100 ayat (1) dan Pasar 104 ayat (1) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan, serta Pasal (5) ayat (1) dan Pasal 44 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan. (*)

Reporter : Omar NR | Berbagai Sumber    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0