18 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

379 Napi Lapas Bontang Tak Memilih di Pilgub


379  Napi Lapas Bontang Tak Memilih di Pilgub
Penghuni Lapas Kelas IIIA Bontang menyimak pemaparan materi tentang pelaksanaan Pilgub Kaltim dari KPU Bontang E-KTP di Lapas. Foto: KLIKBONTANG/Zaenul

KLIKBONTANG.COM - Hak pilih narapidana di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas III A Bontang pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) pada 27 Juni mendatang dipastikan tak seluruhnya disalurkan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang memastikan dari total 839 narapidana yang cukup usia memilih, hanya 460 napi saja bisa menyalurkan hak pilihnya, sisanya 379 orang tak bisa menggunakan hak suaranya.

“Jadi basis pemilih sekarang dari e-KTP dan Surat Keterangan dari Disdukcapil setempat,” kata Ketua KPU Bontang Suardi kepada wartawan di sela-sela sosialisasi Pilgub di Lapas Bontang, Selasa (17/4/2018).

Suardi mengatakan, metode pencocokan data pemilih untuk tahun ini lebih ketat ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Pemilih bakal diverifikasi administrasi oleh petugas dari data yang dimiliki oleh pemerintah setempat.

Sekitar 54 persen warga lapas tak dapat memilih lantaran data kependudukan mereka tak terekam di Disdukcapil daerah asal napi.

“Jadi ada warga asal Sulawesi misalnya karena tertangkap di Kutim bukan berarti dia warga Kutim,” katanya.

Pihaknya telah melakukan upaya untuk menjaring napi agar dapat menggunakan hak pilihnya. Salah satunya mendatangkan Disdukcapil Bontang dan Kutim untuk melakukan perekaman bagi para napi yang belum mengantongi E-KTP.

Mereka yang terdata sebagai warga Bontang dan Kutim diberikan surat keterangan untuk memilih. Namun, sebagian napi lainya tak dapat ditemukan data di kabupaten dan kota di Kaltim. Alhasil, 379 napi tak dapat memilih.

“Di Lapas Bontang ini hanya 2 kabupaten saja yang tak ada, Kabupaten PPU dan Mahakam Ulu,” katanya.

Pun begitu, pihaknya mengaku akan terus memperbaharui data para napi. Menurutnya, petugas masih melakukan identifikasi secara hati-hati agar para napi tetap bisa memilih pada Pilgub mendatang.

Kepala Lembaga Permasyarakatan Bontang, Heru Yuswanto mengatakan jumlah napi di Lapas Bontang sebanyak 900-an orang. Namun, hanya 839 saja yang bakal menetap hingga Pilgub mendatang.

“Selebihnya sudah bebas,” katanya.

Metode kampanye selama Pilgub ini pihaknya bakal memfasilitasi para pemilih di Lapas, dengan memasang sticker paslon di tiap kamar mereka.

“Karena tidak boleh kampanye di Lapas makanya kami yang tempelkan alat peraga,” pungkasnya. (*)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0