27 Mei 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Disdikbud Dampingi Tiga Murid Bermasalah Jelang Ujian


Disdikbud Dampingi Tiga Murid Bermasalah Jelang Ujian
Kepala Seksi Kurikulum, Disdikbud Bontang Badi

KLIKBONTANG.COM – Permasalahan non-teknis bagi anak jelang pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang. Anak didik yang alami masalah internal keluarga kerap alami putus sekolah.

Untuk menghindari tren kasus putus sekolah bertambah, Disdikbud melakukan pendampingan bagi murid yang alami gangguan non-teknis jelang ujian.

“Kami dampingi mereka. Kasihan mereka kalau sampai tak ikut ujian akibat masalah pribadi di rumahnya,” kata Kepala Seksi Kurikulum Badi kepada wartawan saat ditemui di ruangan kerjanya.

Sejumlah kasus murid ‘bermasalah’ jelang USBN Mei mendatang terjadi tahun ini. Tiga kasus murid di tiga sekolah berbeda mendapat pendampingan dari Disdikbud dan Pusat Pelayan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Mereka diantaranya, murid Sekolah Dasar (SD) 002 Bontang Utara, SD 012 Bontang Selatan dan SD 001 Bontang Utara. Para guru beserta tim dari P2TP2A menyambangi rumah mereka untuk memberikan dukungan moril kepada anak yang bermasalah tersebut.

“Kami datangi rumahnya. Supaya mereka bisa tetap bersekolah,” ujar Badi.

Kasus yang kerap melanda para murid didominasi Broken Home.Anak usia kelas 6 SD harus menerima peliknya permasalahan di keluarganya. Padahal masa tumbuh mereka seharusnya diisi oleh masa-masa bahagia agar mampu menciptakan generasi yang positif.

Pun begitu, permasalahan keluarga tak sepatutnya menjadi beban bagi anak. Untuk itu, pemerintah hadir sebagai pendamping agar polemic keluarga tak menggangu pendidikan si anak tersebut.

“Rata-rata kasus Broken Home sih,” katanya.

Alhasil, program ini berjalan sukses. Tiga anak yang alami masalah keluarga tetap dapat mengikuti ujian sekolah nantinya. Pihak guru dan dinas berkoordinasi dengan keluarga agar pendidikan anak tetap berjalan kendati lingkungan sekitarnya tengah memanas.

“Mereka tetap bisa ikuti ujian. Kami dampingi terus agar masa depanya tak terganggu,” pungkasnya. (INFORIAL)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0