19 April 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ada 20 TKI di Saudi Terancam Hukuman Mati, Lima Terkait Sihir


Ada 20 TKI di Saudi Terancam Hukuman Mati, Lima Terkait Sihir
Ilustrasi.

KLIKBONTANG.COM- Menteri Ketenagakerjaan, Muhammad Hanif Dhakiri, menyatakan bahwa ada 20 tenaga kerja Indonesia divonis hukuman mati di Arab Saudi, lima di antaranya karena kasus sihir.

"Kalau dari 20 kasus yang Saudi, 15 di antaranya kasus pembunuhan. Lima di antaranya kasus sihir," ujar Hanif usai menghadiri rapat dengan Tim Pengawas TKI di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Hanif menyampaikan 20 orang itu merupakan bagian dari 102 TKI yang terancam hukuman mati di Saudi sepanjang 2011 hingga 2018. Dalam rentang waktu tersebut, sebanyak 79 TKI berhasil dibebaskan oleh pemerintah, sementara tiga lainyya sudah dieksekusi Saudi.

Terkait nasib 20 TKI itu, Hanif memastikan pemerintah akan berupaya maksimal, salah satu caranya dengan mengajukan Peninjauan Kembali terhadap putusan tersebut.

"Pada prinsipnya pemerintah terus melakukan pengawalan dan mengambil langkah-langkah yang optimal untuk memberi perlindungan pada TKI, khususnya yang terancam hukuman mati," ujarnya.

Selain melalui upaya hukum, politisi PKB ini mengatakan bahwa pemerintah bakal mengupayakan langkah diplomasi dan non diplomasi, seperti memohong pengampunan dari ahli waris korban hingga meminta dukungan dari tokoh Arab Saudi.

"Jadi kasus-kasus yang tersisa akan ditangani pemerintah. Yang leading Kemenlu, Kemnaker, BNPT. Yang lain akan memberi support secara optimal," ujar Hanif.

JANGAN TERULANG

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, selaku Ketua Timwas TKI mendesak pemerintah membangun sistem khusus untuk mengelola TKI agar tidak terjerat kasus pidana. Sistem itu harus mencakup data jumlah dan persebaran TKI.

Fahri mengatakan bahwa sistem tersebut adalah bentuk tanggung jawab nyata negara dalam melindungi warganya, sebagaimana amanat UUD 1945.

"UUD kita mengamanahkan melindungi segenap tenaga kerja atau segenap bangsa. Jadi database kita ingin tuntaskan," ujar Fahri.

Lebih dari itu, Fahri juga mengimbau seluruh TKI untuk mematuhi segala ketentuan di negara penempatan mereka. Khusus di Arab Saudi, ia meminta TKI tidak membawa jimat karena sangat dilarang.

"Bilang sama keluarga, jimat atau tanda-tanda yang mencurigai di sana sensitif. Bisa dilaporin karena disana ada hukumnya," ujarnya. (*)

Reporter : Ramadhan NR | CNN    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0