18 Januari 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Jalan dan Jembatan di Sidrap Rusak, Henry Usulkan di APBD Kaltim dan CSR Perusahaan


Jalan dan Jembatan di Sidrap Rusak, Henry Usulkan di APBD Kaltim dan CSR Perusahaan
Henry Pailan (ketiga kanan) bersama warga melihat langsung kondisi jembatan dan jalan di Kampung Sidrap. Foto: KLIKBONTANG/Zaenul

KLIKBONTANG.COM- Ini bisa jadi kabar gembira bagi warga Kampung Sidrap atau tepatnya RT 21 dan RT 22 Desa Martadinata, Kabupaten Kutai Timur. Pasalnya Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim, Henry Pailan berjanji bakal membangun jalan dan jembatan di kawasan tersebut.

Dari pantauan media ini kondisi jalan di kawasan itu kini masih berupa tanah merah serta bergelombang sedangkan jembatan berbahan kayu yang telah dimakan usia.

Hal itu pun dibenarkan Ketua RT 22 Suti Dusung. Kata dia, jika kondisi hujan, warga yang hendak bepergian seperti, mengantar anak sekolah dan beribadah kesulitan karena becek atau licin. “Kasihan kalau warga mau lewat sini,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya Ahad (18/3/2018).

Mengatasi hal itu, warga sempat memperbaiki dengan dana swadaya, namun hanya mampu menyemen jalan selebar setengah meter serta sepanjang seratus meter saja. “Kalau yang semen ini patungan warga saja,” ujarnya.

Pasalnya usaha mengajukan bantuan untuk perbaikan dari beberapa tahun lalu ke berbagai pihak. Diantaranya, Pemkot Bontang, Pemkab Kutim, DPRD Bontang belum mendapatkan respon hingga kini. Baru PT Pupuk Kaltim yang menyumbangkan dana sebesar Rp 100 juta. Tapi, hal itu dirasa belum cukup untuk menyemen jalan sepanjang sekira 600 meter itu karena pihaknya berbagi dengan RT lain.

“Alhamdulillah kalau Pak Henry mau bantu,  karena masih banyak jalan butuh perbaikan,” ucapnya.

Tidak hanya jalan, warga juga mengeluhkan belum masuknya air bersih dari PDAM Tirta Taman, karena untuk kebutuhan minum untuk masak pihaknya kini harus mengambil ke Rumah Sakit PKT. “Air sekarang dari sumur bor PKT saja, itu ngalirnya juga gantian,” timpalnya.

Selain itu warga yang tinggal masih dekat dengan Bontang ini juga menginginkan agar kawasannya juga dapat menikmati fasilitas yang saman laiknya warga Kota Taman lainya, yakni jaringan gas untu kebutuhan masak. “Kami pengin sama lah, karena kami ini KTP-nya Bontang juga,” pintanya

Hal serupa dirasakan warga RT 21, Damas. Dirinya mengaku semenjak tingggal di daerah itu tahun 1991, kondisi jalan bebatuan bercampur tanah ini belum juga mendapatkan perhatian. “Sudah sering minta bantuan tapi belum juga diperbaiki,” katanya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Kaltim Henry Pailan merasa miris saat melihat kondisi jalan itu, padahal kawasan itu tidak jauh dari salah satu perusahaan terbesar di Asia serta dekat Kota Bontang. Oleh sebab itu pihaknya akan berjuang untuk segera merealisasikan pembangunan itu. “Saya akan berjuang untuk membangun ini,” ucapnya.

Selain menggunakan dana dari swasta, Politisi Gerindra ini juga akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltim untuk membangun jalan dan jembatan. “Saya sudah koordinasikan di APBD perubahan ini akan dimasukkan,” ujar Henry saat meninjau langsung di lokasi.

Selain itu Henry ini juga telah berkoordinasi dengan PT Pupuk Kaltim serta PT KIE agar dapat mengucurkan dananya untuk membangun infrastruktur di daerah itu. “Pak Dirut sudah bilang agar masukkan proposal saja, satu perusahaan KIE sudah menyatakan siap membantu,” katanya.

Dia meminta agar kedua Pemerintah yaitu Bontang dan Kutim tidak lagi menjadikan alasan polemik tapal batas sebagai alasan tidak dapat membantu kawasan tersebut. “Kedua Pemerintah ini kan sudah tanda tangan MoU untuk membantu kawasan ini 2017 lalu baik itu pendidikan, kesehatan dan air bersih,” imbuhnya. (*)

Reporter : Zaenul Fanani    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0