16 September 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Pemkot Jajaki Peluang PI 10 Persen dari Badak LNG


Pemkot Jajaki Peluang PI 10 Persen dari Badak LNG
Kawasan kilang Badak LNG. (IST)

KLIKBONTANG.COM - Komisi II DPRD Bontang, Kalimantan Timur menggelar rapat bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKD), Badan Perencanaan, Pengembangan dan Penelitian (Bapelitbang) Kota Bontang, Senin (19/2/2018). 

Rapat ini sengaja diagendakan untuk membahas alokasi bagi hasil saham dari dua rig pengeboran di perairan Kadindingan dan Melahing oleh SKK Migas. 

Pertemuan ini dipimpin, Wakil Ketua Komisi II Arif yang didampingi Anggota komisi, Sudiyo. Pimpinan rapat, Arif meminta penjelasan terkait‎ tindak lanjut dari pemerintah atas peluang porsi saham yang ditawarkan oleh SKK Migas.

"Sengaja kami kumpulkan untuk mengetahui bagaimana tindaklanjut soal Participant Interest (PI) sebesar 10 persen itu," kata Arif membuka rapat ini. 

Menanggapi perihal itu, Kabid Pendapatan BPKD Bontang, Yessy Waspo mengatakan terdapat sejumlah agenda yang tengah digodok oleh pemerintah dalam pengelolaan bagi hasil itu.

Saat ini, Pemkot Bontang masih menunggu kontrak baru antara Pertamina dengan mitra kerja yang akan digandeng. Pascakontrak operator saat ini, Chevron Indonesia‎ berakhir pada Oktober tahun ini.

Kontrak baru dibutuhkan untuk mengetahui kuota yang bakal diberikan kepada Pemkot Bontang atas PI tersebut. Sebab, kesepakatan bagi hasil tersebut harus mendapat persetujuan dari pemegang kontrak, yakni Pertamina dan calon mitra kerjanya. 

"Untuk berapa deviden yang dapat diterima nanti dilihat skema kontraknya seperti apa. Kami menunggu intruksi dari SKK migas kemudian akan ditembuskan ke Provinsi Kaltim," ungkap Yessy. 

Dijelaskan, sembari menunggu penandatanganan kontrak baru antara Pertamina dan calon mitra. pemerintah melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni PT Bontang Migas dan Energi (BME) mengkaji skema bisnis yang tepat untuk mengelola deviden tersebut. 

"Untuk teknisnya, kami minta PT BME yang buat kajiannya seperti apa," ujarnya. 

JAJAKI BAGI HASIL SAHAM DARI BADAK LNG

SELAIN memperjuangkan pengelolaan saham 10 persen dari Blok East Kalimantan (Rig Kadindingan dan Melahing) Pemkot Bontang juga menjajaki peluang pengelolaan saham 10 persen di Badak LNG. 

Peluang ini terbuka, sebab PT Badak NGL masih dalam masa transisi perpanjangan kontrak baru sebagai operator dari Pertamina. "Kita ada peluang untuk mengelola Participant Interest (PI) 10 persen juga dari PT Badak NGL," kata Kabid Pendapatan, BPKD Kota Bontang Yessy Waspo. 

Yessy menyebutkan, peluang tersebut diketahui usai Pemkot Bontang menggelar studi banding ke Kabupaten Siak, Provinsi Riau beberapa waktu lalu.

Disebutkan, daerah tersebut memiliki Perusda khusus migas. Mereka mendapat porsi saham dari perusahaan migas di sana. Hal serupa pun dapat diterapkan untuk Bontang. 

"Kita belajar ke sana. Ternyata perusahaan di sana menggunakan skema bisnis seperti itu," ujarnya. 

Untuk mendapat kuota PI 10 persen. Pemerintah diminta untuk melobi ke SKK Migas. Sembari berdiskusi dengan PT Badak‎ NGL untuk membahas peluang bisnis yang dapat dikelola oleh Pemkot. (*)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0