18 Juli 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Begal Kian Marak di Balikpapan, Anak Walikota jadi Korban


Begal Kian Marak di Balikpapan, Anak Walikota jadi Korban
Ilustrasi.

KLIKBONTANG.COM - Laporan tindak kriminalitas jalanan terutama penjambretan dan begal semakin marak terjadi di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Bahkan anak Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi juga menjadi korban oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Hal tersebut disampaikan langsung Rizal melalui akun media sosial Facebook pribadinya, Senin (12/2/2018). Rizal menceritakan hal mengerikan tersebut terjadi pada tengah malam, Minggu (11/2/2018). 

“Tengah malam kemarin, kendaraannya dipepet ditabrak, dan dipukul menggunakan parang. Dilakukan oleh oknum mengunnakan motor dengan badan penuh tato," tulis Rizal Effendi.

Sebagai langkah untuk menangani tindak kriminal yang meresahkan masyarakat kota Balikpapan. Dalam pernyataan itu Rizal menyampaikan bahwa pihak berwenang yang dilakukan oleh Satpol PP telah rutin melakukan razia kependudukan.

"Razia kependudukan menyasar rumah kos juga rumah rumah rumaj penduduk. Polres Balikpapan pun rutin melalukam giat patroli terutama di daerah daerah yang rawan,"  tulisnya lagi. 

Kepolisian resort Kota Balikpapan pun bertindak cepat. Korps Bhayangkara ini membentuk tim khusus anti bandit terkait jawaban adanya peristiwa begal di malam hari yang satu di antaranya yang menjadi korban ialah anak Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi.

Hal itu disampaikan, Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra Y.A.P Sik, kepada Tribunkaltim.co usai melakukan Deklarasi Anti Politik Uang dan Isu Sara di Hotel Gran Senyiur Kota Balikpapan pada Rabu (14/2/2018).

Ia mengatakan, tim khusus anti bandit sudah diterjunkan sejak semalam. Melakukan operasi di malam hari, memberantas aksi kriminalitas di seluruh Kota Balikpapan. “Kami libatkan reskrim, intel, sama polsek-polsek di seluruh kota," katanya.

Pembentukan tim tersebut menyikapi adanya tindakan kriminalitas di malam hari. Soal anak Walikota dibegal belum secara resmi dilaporkan ke kepolisian namun tetap Polres menindaklanjuti atas atensi.

Pastinya, tegas dia, pembentukan tim anti bandit bukan latar belakang anak Walikota menjadi begal namun adanya kemunculan keresahan di tengah masyarakat yang sekarang mulai mewabah.

“Tadi malam sudah bergerak. Kami berhasil meringkus tindakan kriminal yang membawa senjata tajam. Tuntaskan pengeroyokan security,'' ujarnya.

Sebagai pendukung kegiatan tersebut, Polres pun melengkapinya dengan program kegiatan Balikpapan In Blue. Menerangi kota dengan lampu biru mobil patroli. “Setiap malam mobil patroli bergerak keliling kota ke tempat yang dianggap rawan," tuturnya.

Kemudian, pemasangan CCTV pun juga ditambah di beberapa ruas jalan. Pemasangan lampu di tempat-tempat yang gelap pun sedang akan diusahakan dengan berkoordinasi dengan unsur pemerintah kota. Termasuk pemasangan spanduk yang berisi pesan-pesan menjaga kemanan dan ketertiban masyarakat. "Buat siskamling rutin lagi," tuturnya.

Eksistensi tim khusus anti bandit ini belum bisa dipastikan untuk pembubarannya. Kata Fitra, keberadaan pasukan anti bandit bertahan sampai nanti tidak lagi dibutuhkan. “Balikpapan sudah kondusif tidak ada lagi kriminal, sudah aman ya nanti tidak ada lagi timsus anti bandit," tuturnya. (*)

Reporter : Omar N | Tribun    Editor : Nur Aisyah



Comments

comments


Komentar: 0