20 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

HOAX! Postingan Viral Baju Kuning karena Air PDAM di Facebook


HOAX! Postingan Viral Baju Kuning karena Air PDAM di Facebook
Unggahan akun Bintang Bontang di forum Bursa Barang Bontang (BBB) facebook.

KLIKBONTANG.COM - Komisi II DPRD Bontang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Water Treatment Plant (WTP), milik PDAM Tirta Taman Bontang di Kelurahan Lok Tuan, Kecamatan Bontang Utara, Senin, 12 Februari 2018 pagi.

Sidak itu menyikapi viralnya posting-an, salah seorang warga Kelurahan Lok Tuan, yang menampilkan kotornya baju putih, diduga akibat pelayanan air PDAM Tirta Taman.

Dalam Sidak tersebut, Komisi II DPRD Bontang mengecek langsung kualitas air perusahaan pelat merah itu. Mulai dari kualitas air di dalam sumur bor. Usai diproses dalam WTP, hingga air yang masuk ke penampungan air milik warga.

Arif Wakil Ketua Komisi II DPRD Bontang, mengisahkan, dalam kunjungan pagi itu, dia bersama anggota Komisi II lain menemukan kondisi air yang bersih, bertolak belakang dengan informasi di media sosial (medsos), yang menyatakan airnya keruh.

"Jadi, di sumur bor kami cek airnya, bersih, jernih. Kemudian, kami juga ke rumah warga yang posting foto di medsos itu," jelas Arif, kepada klikbontang.com.

Setiba di rumah pengunggah foto, dia langsung melihat kualitas air PDAM di dalam bak penyimpanan air warga tersebut. Namun, yang ditemukan adalah air bersih dan jernih. Menurut warga terkait, kekeruhan air terjadi beberapa hari lalu, saat baju putih miliknya di-posting ke Medsos.

"Ketika saya ingin lihat baju yang kotor itu, dia tidak bisa berikan. Katanya, sudah dicuci. Padahal bajunya ingin kami jadikan bukti, pernyataanya di Medsos," tuturnya.

Akhirnya, dia menilai pernyataan tentang buruknya kualitas pelayanan air bersih oleh PDAM Tirta Taman Bontang adalah kabar bohong atau hoax. Sebab, dalam kunjungan pagi itu, pihaknya tak menemukan bukti apapun yang mendukung tudingan itu.

Arif lalu mengingatkan warga Bontang secara umum, agar bijak dalam menggunakan Medsos. Tidak mudah mengunggah sesuatu terkait pelayanan publik, apabila menemukan situasi yang tidak diinginkan. Sebaiknya, segera konsultasi ke penyedia layanan dengan komunikasi yang baik.

"Karena, ketika sudah menebar informasi palsu atau hoax seperti kasus ini, itu ancamannya pidana. Bisa dijerat dalam Undang-Undang ITE," pesannya, mengingatkan.

Selain PDAM, pihaknya juga merasa dirugikan oleh kritik yang menjadi viral di Medsos. Sebab, ada kesan, DPRD tidak bisa bekerja optimal sebagai wakil rakyat. Sehingga, membiarkan buruknya pelayanan air bersih di daerah.

"Saat kritik itu viral di Medsos, saya dan teman-teman Komisi II lain lagi di Jakarta. Untuk memastikan kuota 5 ribu SR jadi dibangun di Bontang," tuturnya.

"Tapi karena dalam posting-an itu, akun kami di-tag, akhirnya kami memutuskan, Senin ini, harus Sidak ke WTP. Meski tidak terjadwal di Banmus," pungkasnya.

Sebelumnya akun Bintang Bontang yang mem-posting melalui sosial media facebook di grup Bursa Barang Bontang (BBB). Bahkan status yang berisi surat terbuka untuk PDAM tersebut menjadi viral.

Pria yang beralamat di Kelurahan Loktuan ini menyayangkan kondisi air PDAM yang dinilainya buruk. Hal ini ditandai dengan berubahnya warna pakaian setelah dicuci menggunakan air PDAM. “Warna baju putih jadi seperti ini (kuning, Red.), bagaimana jika air PDAM dikonsumsi. Apakah dalam tubuh akan seperti baju ini?” tulis akun Bintang, Jumat (9/2/2018).

Dikatakannya, keruhnya air PDAM sudah berlangsung sejak lama. Akan tetapi, situasi ini tidak terus-menerus.“Terkadang bersih tetapi terkadang seperti air susu atau air teh,” ujarnya.

Harapannya, adanya tindaklanjut segera dari pihak PDAM. Ia pun menegaskan adanya surat terbuka ini dapat dijadikan bahan masukan dan evaluasi bagi manajemen PDAM. “Saya pribadi mengajak semua warga Bontang belajar memberikan kritikan lewat tulisan, tidak perlu pakai demo,” tuturnya. (*)

Reporter : Imran Ibnu     Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 1

  • Ahmad Sobirin

    ???

    Ahmad Sobirin   13 Februari 2018 - 20:55:00 WIB

AwalKembali 1 LanjutAkhir
Untuk mengirim komentar, silahkan login atau registrasi terlebih dahulu !