18 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Bangun Sentra Industri, Komisi II Ajak Pemkot Jemput Dana Pusat


Bangun Sentra Industri, Komisi II Ajak Pemkot Jemput Dana Pusat
Dari kiri-kanan; Sudiyo, Arif, dan Abdul Kadir Tappa membahas rencana pembangunan sentra industri, yang akan mengakomodir berbagai Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam satu tempat, Senin (12/2/2018). (IMRAN/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.COM - Komisi II DPRD Bontang, Kalimantan Timur menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pada Senin 12 Februari 2018 pagi.

Pertemuan yang dipimpin Arif, Wakil Ketua Komisi II DPRD Bontang itu, membahas rencana pembangunan sentra industri, yang akan mengakomodir berbagai Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam satu tempat.

Agenda tersebut juga dihadiri legislator Komisi II lain. Di antaranya Suwardi, Sudiyo, dan Abdul Kadir Tappa. Sementara, Pemerintah Kota (Pemkot) diwakili Plt Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan & UMKM, Karlina, bersama jajaran dan Bapelitbang diwakili Kabid Fisik dan Sarana Agung Santoso.

Dalam rapat, Arif meminta dinas teknis bisa segera menyiapkan segala hal yang menjadi syarat untuk menjemput dana dari pemerintah pusat. Baik berupa lahan, perencanaan, hingga dokumen lain. Sebab, pembangunan centra industri penting bagi Kota Bontang. Seiring dengan pesatnya pertumbuhan kota, termasuk  menjamurnya  pelaku UKM.

"Di Tarakan, mereka punya sentra industri. Di sana, terakomodir berbagai jenis usaha dalam satu tempat, yang dikelola oleh UPT," jelas Arif saat memimpin RDP.

Sentra indstri di Tarakan, lanjut dia bisa terealisasi murni atas bantuan dana pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Program itu dinilai tepat untuk diterapkan di daerah, tanpa mengusik APBD.

Apalagi, kemudahan akses dana kementerian bukan hal baru di Bontang. Melainkan telah terbukti dalam proyek pembangunan Pasar Citra Mas Lok Tuan.
Centra industri, penting untuk dimiliki Kota Bontang. Selain demi memudahkan Pemkot dalam melakukan pengawasan, juga mencegah terjadinya pencemaran lingkungan oleh industri kecil yang berdiri di tengah pemukiman penduduk.

Suwardi, Sekretaris Komisi II DPRD Bontang mengajak OPD teknis secepatnya melengkapi syarat  yang dibutuhkan untuk bisa memperoleh bantuan dari pusat.
Selanjutnya, bisa bersama mengajukan permohonan bantuan itu ke kementerian terkait.

Dia pun optimistis, keberadaan centra industri,  tidak akan mengganggu perencanaan awal Pemkot tentang kawasan industri Kota Bontang.
"Dengan centra industri ini, tidak akan ubah perencanaan kawasan industri yang ada sebelumnya. Bisalah, berjalan seiring. Kita buka centra dulu, seperti di Tarakan. Dalam satu centra, ada pelelangan ikan, pabrik tahu, tempe dan lainnya," tandasnya.(*)

Reporter : Imran Ibnu     Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0