16 September 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Duh, Bangkai Pesut Mahakam Ditemukan di Perairan Kukar


Duh, Bangkai Pesut Mahakam Ditemukan di Perairan Kukar
Seekor anakan pesut Mahakam ditemukan mati membusuk di Perairan Anggana, Kampung Kajang Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (2/2/2018). Foto : BKSDA Kaltim/Mongabay Indonesia.

KLIKBONTANG.COM - Seekor pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) ditemukan mati membusuk di Perairan Anggana, Kampung Kajang Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (2/2/2018).

Bangkai itu pertama kali ditemukan oleh Anggota Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Mahkota Sejahtera Wilayah Delta Mahakam, Nurdiansyah. Saat ditemukan, kondisi bangkai sudah membusuk dan menguning. Diperkirakan pesut tersebut telah mati beberapa hari sebelumnya, sebab tingkat kebusukannya tinggi dan melebar.

Nurdiansyah lantas menghubungi pihak Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Kaltim dan Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia(YK RASI) untuk identifikasi dan penanganan pada pesut itu.

Dikatakan peneliti RASI, Danielle Kreb, setelah mendapat laporan, pihaknya bersama BKSDA langsung menuju ke lokasi yang penemuan bangkai. Pihaknya juga langsung melakukan pemeriksaan terhadap bangkai pesut tersebut. “Setelah mendapat laporan, kami langsung menuju ke lokasi. Diduga pesut ini mati karena terjerat jaring nelayan, karena waktu ditemukan pertama kali badannya terlilit jaring terutama di pangkal ekor,” katanya melansir Mongabay.co.id.

Dari hasil pemeriksaan, diperkirakan usia pesut tersebut masih anakan berumur 10-12 bulan. Untuk pemeriksaan intensif, Daniella langsung melakukan autopsi di lokasi penemuan. Menurutnya, pada saat ditemukan pesut masih dalam keadaan utuh namun sedikit membusuk. Terutama di bagian pangkal ekor, bekas lilitan nilon yang menjeratnya. Diduga oleh warga bahwa pesut itu tersangkut jaring nelayan yang memiliki rengge (jaring yang membentang) di perairan Kutai Kartanegara.

Pesut tersebut meniliki panjang 173 cm (dari kepala hingga ekor) atau 160 cm dari kepala hingga tulang belakang tanpa ekor. Berdiameter 93 cm dan berkelamin jantan. “Setelah dilakukan pengamatan, terbukti penyebab kematiannya adalah terdapat bekas lilitan jaring ikan atau renggek masyarakat atau nelayan sekitar,” sebutnya.

Setelah melewati tahap autopsi, bangkai tersebut tidak lantas dikuburkan. Dikhawatirkan dapat menyebarkan bibit penyakit, maka tetap diamankan di permukaan air.

Kepala Resort Samarinda SKW II Tenggarong BKSDA Kaltim, Puji Mulyanto menerangkan, proses evakuasi akan dilakukan dengan cara penenggelaman. Pilihan tersebut karena bangkai pesut telah membusuk dan tidak mungkin dikuburkan.

Sedangkan bagian kepala akan diambil bagian rangkanya untuk kepentingan pendidikan (Media informasi). “Rangka kepala akan diambil untuk keperluan media informasi. Mengingat selama ini kami memilikinya. Rangka itu akan diawetkan. Sementara bangkainya akan kami tenggelamkan menggunakan pemberat. Sembari menunggu proses pembusukan yang sempurna, bangkainya sudah kami amankan di tempat yang jauh dari jangkauan predator dan masyarakat sekitar,” jelasnya.(*)

Reporter : Omar N     Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0