23 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ini Empat Hal yang Diambil Allah dari Orang Sakit, Apa Saja Itu


Ini Empat Hal yang Diambil Allah dari Orang Sakit, Apa Saja Itu
Ketua MUI Bontang, Imam Hambali.

KLIKBONTANG.COM - Ketika seorang muslim sedang mendapat cobaan atau ujian dengan mengalami sakit, ada empat hal yang akan diambil Allah dari orang tersebut. 

Menurut Imam Hambali, Ketua MUI Bontang keempat hal itu antara lain; Pertama adalah nafsu makan atau kenikmatan sebuah makanan. Rasa lezat makanan yang digemari, sangat dinanti setiap orang ketika akan menyantap sebuah hidangan. Umumnya, saat kondisi sehat kita akan makan dengan rasa senang dan dalam jumlah banyak. Ketika sakit, jangankan merasakan nikmat makan, nafsu untuk memakan saja bahkan tidak ada.

Mengonsumsi makanan menjadi kebutuhan utama bagi mahluk untuk bertahan hidup. Berbagai jenis makanan membuat banyak pilihan bagi seseorang untuk menyantap makanan yang sangat digemari karena kelezatannya. "Ketika berbagai hal yang diperlukan ini dihilangkan oleh Allah, maka nafsu makan pun berkurang," katanya.

Kedua, dalam sudut pandang Islam, nur atau cahaya dari orang yang sakit akan meredup. Dalam medis juga dijelaskan lantaran tidak adanya makanan yang dikonsumsi menyebabkan kondisi tubuh menjadi pucat. Bisa jadi karena tubuh kekurangan nutrisi yang dibutuhkan. 

Ketiga, kekuatan fisik dari orang yang sakit akan diambil oleh Allah, Tuhan semesta alam. Banyak orang mulanya dapat beraktifitas dengan energik, saat sedang sakit tidak mampu lagi melakukan aktifitas seperti biasanya. Badan terkulai lemas tak berdaya akibat sakit yang dideritanya.

Keempat adalah Allah akan mengangkat dosa orang yang sedang diuji dengan sakit. Ketika seorang hamba diberi cobaan, Allah juga sudah menetapkan kapan waktu yang tepat untuk memberikan kesembuhan dari penyakit yang dideritanya.

"Orang sakit melakukan usaha dengan pergi ke rumah sakit, diobati oleh dokter, pengobatan alternatif dan lainnya, kemudian sembuh dari penyakitnya maka yang menyembuhkan sebenarnya adalah Allah. Usaha tersebut hanyalah wasilah," paparnya.

Wasilah artinya sarana atau perantara. Berbagai cara dapat dilakukan sebagai perantara menjadi sehat. Namun, tidak semua yang menggunakan sarana itu akan memperoleh kesembuhan sakit dari Allah. Tak sedikit pula yang telah melakukan banyak cara untuk sembuh dari penyakit yang diderita, tapi tak kunjung mendapat hasil sesuai dengan yang diinginkan. 

Misalnya dalam medis jika ingin sehat maka harus mengkonsumsi makanan yang cukup. Jadi, kita harus melakukan itu untuk sehat. Namun, bukan berarti semua yang telah mengonsumsi cukup makanan itu berbadan sehat. Ada pula yang sudah makan dalam keadaan cukup tetap saja memiliki gangguan kesehatan.

Nah, disitulah letak kehendak Tuhan. Jika Allah belum menghendakinya diberi kesembuhan, maka penderita juga tidak akan mendapatkan kesembuhan. Tiba saatnya kehendak Allah untuk mendatangkan kesembuhan, berangsur-angsur nafsu makan pun kembali normal. Kelezatan makanan dapat dirasakan lagi.

Begitupun halnya dengan nur atau cahaya orang tersebut. Setelah nafsu makan serta jadwal makan teratur kembali normal, tubuh pun mendapat nutrisinya. Sehingga, secara perlahan kondisi pucat menjadi sumringah lagi. Hal ini juga membuat kembalinya stamina dan kekuatan fisik mampu melakukan aktifitas seperti biasa.

Tapi yang keempat, kata Hambali, mengutip kalimat Allah "Dosanya, jangan kamu kembalikan kepada orang itu". Hal itu karena orang tersebut ketika diuji sakit dia sabar, ridho, tidak mengeluh dan mengerti bahwa sakit yang datang merupakan pemberian Allah yang membuat ridho hatinya.

Bagi seorang muslim, sakit harus disikapi dengan kesabaran. Sabar dengan ujian yang datang sesuai anjuran Nabi Muhammad. Ketika sakit, kita harus berpasrah diri kepada Allah atas ujian yang sedang diterima. Sabar, berusaha mengobati dan terus berdoa mengharap kesembuhan dari Allah. (*)

Reporter : Darwin Tri    Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0