24 Mei 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

4 Golongan Nama Indah, Salah Satunya Sering Diberikan Rasul


4 Golongan Nama Indah, Salah Satunya Sering Diberikan Rasul
Ilustrasi.

KLIKBONTANG.COM - Nama adalah doa. Sehingga, sebisa mungkin orangtua memberikan nama terbaik untuk anak-anak mereka. Nama juga merupakan kebanggaan tersendiri bagi orangtuanya. Karena nama bisa menjadi cerminan harapan yang tersemat pada diri sang anak.

Karena begitu pentingnya sebuah nama, Islam juga memberikan perhatian. Ada empat golongan nama indah dalam Islam yang pantas untuk para bayi.

Pertama, nama-nama yang merupakan gabungan dua kata seperti Abdullah, Abdurrahman. Golongan nama ini kerap diberikan Rasulullah Muhammad kepada para sahabat yang baru masuk Islam, seperti tertuang dalam hadis riwayat Muslim dan Abu Dawud.

Dan sungguh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan nama kepada anak pamannya (Abbas radhiallahu ‘anhu), Abdullah radhiallahu ‘anhuma. Kemudian para sahabat radhiallahu ‘anhum terdapat 300 orang yang kesemuanya memiliki nama Abdullah.

Kedua, nama yang mengandung asma'ul husna seperti Abdul Aziz, Abdul Ghoni. Orang yang pertama kali menamai anaknya dengan golongan nama ini adalah Ibnu Marwan bin Al Hakim.

Sesungguhnya orang-orang Syi’ah tidak memberikan nama kepada anak-anak mereka seperti hal ini, mereka mengharamkan diri mereka sendiri memberikan nama anak mereka dengan Abdurrahman sebab orang yang telah membunuh ‘Ali bin Abi Tholib adalah Abdurrahman bin Muljam.

Ketiga, golongan nama para nabi. Jumhur ulama membolehkan pemberian nama-nama nabi untuk bayi baru lahir. Diriwayatkan dari Yusuf bin Abdis Salam, ia berkata: “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam memberikan nama kepadaku Yusuf” (HR. Bukhori –dalam Adabul Mufrod-; At-Tirmidzi –dalam Asy-Syama’il-). Berkata Ibnu Hajjar Al-Asqolaniy: Sanadnya Shohih.

Dan seutama-utamanya nama para nabi adalah nama nabi dan rasul kita Muhammad bin Abdillah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Para ulama berbeda pendapat tentang boleh atau tidaknya penggabungan dua nama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan nama kunyahnya, Muhammad Abul Qasim.

Berkata Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah:”Dan yang benar adalah pemberian nama dengan namanya (yakni Muhammad, pent) adalah boleh. Sedangkan berkunyah dengan kunyahnya adalah dilarang dan pelarangan menggunakan kunyahnya pada saat beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup lebih keras dan penggabungan antara nama dan kunyah beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam juga terlarang.” (Zaadul Ma’ad, 2/347. Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah)

Keempat, memberi nama anak dengan nama-nama orang sholih dari kalangan kaum muslimin. Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, ia bersabda: “Sesungguhnya mereka memberikan nama (pada anak-anak mereka) dengan nama-nama para nabi dan orang-orang sholih” (HR. Muslim).

Kemudian para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah penghulunya orang-orang sholih bagi umat ini dan demikian juga orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari akhir.

Para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memandang bahwa hal ini adalah baik, oleh karena itu sahabat Zubair bin ‘Awan radhiallahu ‘anhu memberikan nama kepada anak-anaknya –jumlah anaknya 9 orang- dengan nama-nama sahabat yang syahid pada waktu perang Badr, missal: Abdullah,’Urwah, Hamzah, Ja’far, Mush’ab, ‘Ubaidah, Kholid, ‘Umar, dan Mundzir. (*)

Reporter : Said NR | Berbagai Sumber    Editor : Nur Aisyah



Comments

comments


Komentar: 0