18 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Pantau Pilgub Kaltim, Polres Bontang Bentuk Tim Cyber


Pantau Pilgub Kaltim, Polres Bontang Bentuk Tim Cyber
Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono.

KLIKBONTANG.COM - Kepolisian Bontang siap bersikap netral dan tidak berpihak dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim tahun ini.

“Kami siap mengamankan Pilkada kali ini. Kami telah bentuk tim cyber untuk memonitor perkembangan pilkada dan isu politik melalui media sosial,“ jelas Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono dikonfirmasi, Kamis (18/1/2018).

Pelatihan Cyber Troops sempat digelar jajaran Polres Bontang untuk aktif melakukan pemantauan media sosial melalui jaringan. “Beberapa anggota kami sudah mendapatkan pelatihan dan kemampuan dalam bidang IT untuk melakukan cyber patrol, jadi jangan coba-coba,” ujarnya.

Dirinya meminta masyarakat untuk berhati–hati terhadap konten yang diunggah dan dibagikan atau disebarkan. Pihaknya tak segan menindak pelaku peradaran ujaran kebencian dan black campaign sesuai UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Dulu hanya yang mengunggah pertama yang kena, sekarang yang membagikan pun akan ikut kena,” sambungnya.

Sesuai perintah Kapolri wajib hukumnya setiap polisi bersikap betral, tak boleh memihak kepada salah satu partai atau pasangan calon. “Termasuk tidak boleh berfoto dengan pasangan calon dan kegiatan lain yang dapat mencederai netralitas Polri,” ungkap mantan Kapolres Mempawah, Polda Kalbar ini.

Selain membentuk tim siber pihaknya turut gencar melakukan pengamanan kepada kantor KPUD selama 1×24 jam selama masa pilkada. “Adanya anggota kami maka anggota KPUD bisa bekerja dengan baik,” jelasnya.

Sebelumnya, Kapolda Kaltim Brigjen Polisi Priyo Widyanto tak main-main memberikan atensi kepada penyelenggaraan Pemilu di wilayah hukumnya. Jenderal Polisi itu menegaskan akan membentuk tiga tim Satgas khusus mengawal gelaran Pemilukada di Kaltim dan Kaltara. "Kita bentuk tiga Satgas khusus Pemilu. Satgas money politik, Satgas Nusantara, dan Cyber Patrol," serunya, Selasa (16/1/2018) di Mapolda Kaltim.

Satgas money politic menyasar praktek politik uang yang biasa terjadi di setiap Pemilihan Umum (Pemilu). Kehadirannya bakal meminimalisir terjadinya praktek itu, supaya pemimpin yang dihasilkan Pemilu terjaga kualitasnya.

Sementara Satgas Nusantara lebig banyak berperan dalam menekan potensi konflik yang melibatkan SARA. Sementara Cyber patrol lebih kepada pengawasan jejaring media sosial. Mereka memerangi ujaran-ujaran kebencian, berita hoax yang dapat merugikan salah satu pihak.

Hal tersebut menjadi bumbu politik masing-masing tim pemenangan paslon yang berlaga dalam kontestasi Politik. "Cyber patrol mengawasi black campaign dari kelompok tertentu. Makanya kampanya sehat," tegasnya.

Ia turut mengimbau agar semua figur yang berlaga tidak mengedepankan kampanye hitam. Membuat visi-misi dan program yang baik, itulah jualan politik. Bukannya saling sikut antar kelompok, menghalalkan kampanye hitam yang tak sesuai dengan ketentuan dan UU.

"Kita tahu mereka semua putra terbaik Kaltim, yang mau ikut andil memajukan Kaltim. Buat visi misi dan program yang baik. Lakukan kampanye secara sehat," imbaunya. (*)

Reporter : Said NR    Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0