23 Juli 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Mengenal dan Menangani Ular Piton


Mengenal dan Menangani Ular Piton
Damkar Bontang berhasil amankan ular phyton sepanjang 4,5 meter, Rabu (10/1/2018). (DAMKAR BONTANG)

KLIKBONTANG.COM - Indonesia bisa disebut sebagai rumah ular. Ada 360 jenis ular ada di negara ini. Dari jumlah tersebut, 76 di antaranya merupakan jenis berbisa. Sebagai perbandingan, Australia hanya memiliki 200 jenis ular dan 40 di antaranya berbisa. Di Malaysia ada 100 jenis ular dan dari jumlah itu ada 20 yang berbisa.

Sanca kembang adalah salah satu ular jenis Pythoniadae (piton) dengan nama latin Malayopython reticulatus. Indonesia jadi salah satu negara habitat sanca kembang selain negara Asia Tenggara lain, terutama Malaysia dan Myanmar. Ular dengan panjang rata-rata 1,5-6,5 meter dan berat 1-75 kg ini juga lazim ditemukan di hutan tropis, padang rumput, maupun perairan air tawar Cina, Sri Lanka, Nepal, Australia, hingga sepanjang sub-Sahara Afrika. KLIK JUGA: Sempat Terkam Ayam, Ular Phiton 4,5 Meter Diamankan di Gunung Elai

Guinnes World Record tahun 2011 sempat mendaulat Sanca Kembang sebagai ular terpanjang di dunia saat ditemukan satu ekornya di Kansas, Amerika Serikat, sepanjang 7,6 meter. Sementara itu, dalam catatan akademik, sanca kembang terpanjang pernah ditemukan oleh Institute for Biodiversity and Ecosystem Dynamics Universitas Amsterdam di pedalaman Balikpapan, Kalimantan Timur. Panjangnya mencapai 6,95 meter.

Manusia bukanlah mangsa alamiah sanca kembang. Ular dari marga Malayopython ini lazimnya memakan burung, tikus, babi hutan, monyet, atau rusa. Sementara jika tinggal di dekat hunian manusia mereka memburu ayam, kucing, atau anjing. Gaya berburu sanca kembang khas ular besar: menangkap dan melilit kuat mangsanya hingga kehabisan nafas atau hingga tulang dada serta panggulnya remuk sehingga akan lebih mudah saat ditelan bulat-bulat.

Lantaran semakin massifnya pembangunan, beberapa spesies ular bermigrasi ke daerah pinggiran kota dan perkotaan. Mereka mencari sumber makanan dan tempat persembunyian baru. Dengan begitu, risiko gigitan ular kini tak hanya menyasar warga pemukiman.

Meski bukan mangsa alamiah/lazimnya, tetap ada kemungkinan manusia menjadi mangsa sanca kembang karena ular ini memiliki mulut dan ukuran perut yang memungkinkan untuk dilewati tubuh manusia dewasa—apalagi anak kecil atau bayi. Persoalannya kadang pada tulang bahu orang dewasa yang terlampau kokoh, sehingga kadang perlu dipatahkan dulu. Jikapun bisa tertelan, si ular biasanya jadi relatif lebih sulit bergerak. Alhasil, ia gampang tertangkap warga.

Habitat atau tempat hidup ular ini termasuk sangat felksibel. Dia bisa hidup di dalam hutan hujan yang rimbun, semak belukar, padang rumput, dan bahkan gorong-gorong saluran air dekat pemukiman. Ular ini juga kerap ditemukan dekat sumber air. Pada dasarnya jenis ular menyukai tempat yang hangat namun memiliki tingkat kelembaban tinggi. Oleh karena itu ular ini seringkali masuk ke rumah manusia.

Karakter ular ini memiliki agresifitas dan nafsu makan yang tinggi. Ular ini termasuk tipe ular besar. Tetapi dengan proses domestikasi dan interaksi yang intens dengan manusia maka ular phyton atau sanca kembang akan menjadi jinak.

Jenis ular piton atau sanca merupakan ular yang mengandalkan kekuatan lilitan dan rahangnya yang sangat kuat tetapi tidak memiliki bisa mematikan seperti ular jenis kobra misalnya. Untuk ular yang diperoleh hasil tangkapan biasanya akan menjadi sangat agresif, kalau dipelihara kadang perlu waktu lama baru mulai makan, karena tidak terbiasa dan cenderung stres. KLIK JUGA: Piton Mangsa Bebek di Api-Api, Keburu Kabur saat Ditangkap

Lalu, untuk makanan ular jenis ini tidaklah sulit karena termasuk memakan segala mulai dari tikus, kelinci, marmut, ayam, burung, bahkan daging sapi pun bisa jadi menu makannya. Untuk ular yang masih kecil bisa langsung diberi makan tikus mencit yang masih muda. Pakan untuk ular yang besar di atas satu meter bisa diberikan marmut. Sedangkan untuk ukuran dewasa dengan panjang 3 meter ke atas diberikan pakan berupa ayam atau kelinci. (*)

Reporter : Dwipradipta    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0