23 Mei 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ekonomi Kaltim 2018 Diproyeksi Masih Lemah


Ekonomi Kaltim 2018 Diproyeksi Masih Lemah
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.

KLIKBONTANG.COM- Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur pada 2018 diproyeksikan berada pada kisaran 2,5-2,9 persen years on years (yoy), lebih lambat ketimbang proyeksi pertumbuhan tahun 2017 yang diproyeksi sebesar 3,0-3,4 persen (yoy).

"Pertumbuhan ekonomi Kaltim 2018 dengan proyeksi 2,5-2,9 persen itu jauh lebih rendah ketimbang proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5,1 - 5,5 persen (yoy)," ujar Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kaltim Muhammad Nur di Samarinda, Kamis (28/12/2017) melansir Antara.

Menurutnya, lemahnya pertumbuhan ekonomi Kaltim pada 2018 disebabkan oleh terbatasnya pemulihan ekonomi pada sektor utama, yakni pertambangan baik batu bara maupun migas, karena sektor ini masih menjadi penggerak utama roda ekonomi Kaltim.

Dalam menyikapi dinamika hal tersebut, ia memandang semua pemangku kebijakan telah melakukan langkah-langkah pembenahan. Namun masih memiliki ruang untuk mengoptimalkan kebijakan yang sudah ditempuh, guna memperkuat momentum pemulihan, sehingga menjadi fondasi yang kokoh dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif.

"Dalam konteks ini, kami perlu mengajak semua untuk kembali berpegang teguh pada tiga prinsip dasar kebijakan publik dengan strategi yang terfokus kepada tiga elemen utama pertumbuhan ekonomi," katanya.

Tiga prinsip dasar itu pertama adalah kebijakan harus berorientasi ke masa depan, yakni menyepakati sasaran akhir dari perekonomian yang akan menjadi basis transformasi ekonomi saat ini. Kedua, kebijakan harus berkesinambungan dan tersinergi. Kebijakan ekonomi harus terstruktur dan jelas pentahapannya untuk mencapai sasaran akhir yang sudah disepakati.

Ketiga, kebijakan publik harus berimbang, yakni keseimbangan jangka panjang dengan jangka pendek, keseimbangan kuantitas dan kualitas pertumbuhan, maupun keseimbangan antara pengembangan sektor konvensional dan modern.

Sedangkan dari sisi implementasi, lanjutnya, strategi kebijakan perlu difokuskan pada tiga elemen utama pertumbuhan ekonomi. Pertama adalah penguatan modal fisik melalui akselerasi pembangunan proyek infrastruktur. Kedua, penguatan modal manusia melalui penguatan pendidikan dan keahlian sumber daya manusia yang ada.

Hal ketiga yang tidak kalah penting adalah kebijakan yang difokuskan pada peningkatan produktivitas untuk melipatgandakan nilai tambah faktor-faktor produksi yang ada.

Ia juga mengatakan bahwa arah kebijakan Bank Indonesia 2018 akan memperkuat momentum pemulihan agar dapat tertransformasikan ke dalam pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

"Bank Indonesia juga akan menyempurnakan Giro Wajib Minimum (GWM) rata -rata dengan memperluas implementasi GWM rata -rata sehingga mencakup GWM rupiah dan GWM valas," katanya.

Menurutnya, kebijakan nilai tukar akan ditempuh secara berhati-hati dan terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar sesuai dengan fundamentalnya dengan tetap mendukung bekerjanya mekanisme pasar. (*)

Reporter : Dwipradipta | Antara    Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0