20 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

30 Makanan Ilegal asal Malaysia Dijual di Bontang


30 Makanan Ilegal asal Malaysia Dijual di Bontang
Satu per satu gerai makanan diperiksa tim untuk memastikan barang yang dijual aman dan legal, Kamis (21/12/2017). (FANNY/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.COM- Balai besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda menggelar inspeksi ke sejumlah minimarket di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Didampingi, Dinas Koperasi, Perdagangan & UMKM (Diskopdag & UMKM), dan Satuan Reskrim Polres Bontang menyambangi 4 titik retail di Bontang, Kamis (21/12/2017).

Rombongan sidak dipimpin, Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM), Chamsinah ditemani ke-4 rekannya menyisir gerai makanan yang tiap-tiap etalase minimarket. Lokasi pertama, rombongan menyambangi toko Kawan Lama di Jalan Sultan Syarir, Kecamatan Bontang Selatan.

“Kami perhatikan masa kedaluwarsa makanan, kemudian kemasannya laik atau tidak, serta metode penyimpanan untuk barang rusak dan tidak,” kata Chamsinah di sela-sela sidak.

Kemudian rombongan bergeser ke lokasi lainya, di Toko Yuki Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bontang Utara. Pada toko ini, rombongan mendapati sejumlah makanan kemasan asal Malaysia tanpa cap izin dari BPOM.

Atas temuan tersebut, 30 bungkus makanan kemasan ini langsung dimusnahkan tim disaksikan pemilik toko. Isi makanan dikeluarkan, sebagian kemasan digunting untuk memastikan makanan ini tak dijual.

“Ini asal Malaysia, tidak ada izin dari BPOM hanya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) saja,” katanya.

Menurut Chamsinah, makanan yang tak memiliki izin resmi dari BPOM dikhawatirkan belum lolos seleksi oleh tim ahli. Selain melanggar aturan yang berlaku, jaminan keamanan makanan ini pun diragukan.

Selain itu, makanan yang kedaluwarsa berbahaya bagi konsumen. Pasalnya, kandungan isi dari makanan retan tumbuh bakteri karena pengawet dari makanan telah habis. “Banyak kejadian warga keracunan, salah satu sebabnya karena kedaluwarsa karena bakteri telah muncul,” ujarnya.

Di lokasi selanjutnya, tim mendapati makanan dan minuman kemasan kaleng dalam kondisi rusak. Kemasan kaleng ini terlihat berkarat dan penyok. Temuan barang ini kemudian disita oleh tim untuk dimusnahkan.

Hingga di lokasi terakhir, super market Ramayana di Plaza Taman Bontang. Di lokasi ini tim tidak mendapati barang kedaluwarsa atau kemasan rusak. Namun, sempat terjadi kesalahan akibat makanan yang kedaluwarsa masih berada di area gerai.

Tim semula mengira makanan ini masih diperjualbelikan oleh pengelola Supermarket. Namun, pihak pengelola memastikan item yang tak terpajang di etalase tidak untuk dijual. Namun, baru saja dipisahkan saat stok barang. (adv)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Nur Aisyah



Comments

comments


Komentar: 0