16 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Panen Kerapu di KJA Pupuk Kaltim, Bakir: Punya Mimpi, Wujudkan!


Panen Kerapu di KJA Pupuk Kaltim, Bakir: Punya Mimpi, Wujudkan!
Bakir Pasamanan bersama manajemen Pupuk Kaltim memanen 4 ribu ikan kerapu hasil budidaya program Creating Shared Value (CSV) di Demplot Keramba Jaring Apung (KJA) Pupuk Kaltim, Kamis, 7 Desember 2017 pagi.

KLIKBONTANG.COM- Tepat dihari jadinya ke-40 tahun, Pupuk Kaltim memanen 4 ribu ikan kerapu hasil budidaya program Creating Shared Value (CSV) di Demplot Keramba Jaring Apung (KJA) Pupuk Kaltim, Kamis, 7 Desember 2017 pagi.

Diperlukan waktu sekira 5 menit dari pelabuhan Pupuk Kaltim untuk menuju KJA menggunakan speed boat. Panen dipimpin langsung Direktur Utama Bakir Pasaman diikuti jajaran direksi dan manajemen perusahaan.

Melalui sambutannya, Bakir berkisah asal mulanya KJA ini berdiri. Sekira tahun lalu, dirinya bicara soal penerapan CSV pada KJA. Ini baru mimpi, tahun ini sudah terwujud bahkan sudah bisa dipanen hasilnya. Kala itu, kata Bakir, ada seorang teman yang memiliki bisnis lobster di Cilegon, tepatnya Tanjung Lesung. Ia mengajak Pupuk Kaltim untuk melakukan pengembangan.

"Tindak lanjutnya, kami pun mengirimkan perwakilan di bawah pimpinan Sri Djuwani Ekowati selaku Ketua CSV Pupuk Kaltim. Hal itu untuk melihat proses pembuatan hingga pemeliharaan KJA," jelas Bakir.

Bakir pun kagum dan dibuat bangga dengan hasil budidaya oleh nelayan lokal Bontang tanpa harus memakai peralatan merek ternama seperti Aquatec. Alat ini dibanderol harga mencapai ratusan juta rupiah. Melalui inovasi para nelayan lewat CSV Pupuk Kaltim ini, limbah drum katalis produksi pabrik dapat difungsikan.

"Di sini cukup peralatan sederhana, tidak perlu mahal malah bisa menghasilkan ukuran besar. Suatu mimpi yang kita hanya cetuskan saja, ternyata temen-temen Pupuk Kaltim mampu mewujudkannya. Ini yang luar biasa dari Pupuk Kaltim, kalau ada mimpi, wujudkan," tegas Bakir.

Dia pun menyarankan ketika KJA ini menjadi besar, Pupuk Kaltim juga harus merasakan hasilnya. Dana itulah yang akan diputar kembali untuk program CSR/CSV. Sesuai konsep bagi hasil yang diharapkan perusahaan pupuk nasional ini. 

Dahulu, kapal-kapal yang berasal dari luar negeri bisa membeli ikan langsung di keramba tanpa membayar pajak. Mimpinya, lanjut Bakir, jika memungkinkan hasil yang diperoleh keramba harus melalui pelabuhan atau Tempat Pelelangan Ikan terdekat untuk transaksi jual beli. "Di pelabuhan, kita timbang ikannya dan kita bayar bea cukai khusus untuk kapal ekspor," tambah Bakir.

Program ini juga bertujuan untuk menjaga ekosistem kelautan yang ada di sekitar keramba. Kepada tim, Bakir pun meminta adanya terumbu karang yang juga dikembangkan disekitar KJA. Semua harus saling menjaga lingkungannya."Terima kasih kepada tim yang sudah mengurus ini. Kepada Bu Eko, Bu Ning, Pak Rudi, Pak Marsidiq, Pak Nur Sahid dan seluruh tim yang terlibat dalam pengembangannya," ucapnya.

Serupa, Ketua CSV Pupuk Kaltim, Sri Djuwani Ekowati menjelaskan program budidaya ini bekerjasama dengan Koperasi Nelayan Bontang ETA Maritim. "Ikan kerapu yang kita panen ini totalnya sekira 4 ribu ekor Kerapu Cantik atau setara 2 ton," terangnya.

Kerapu yang dibudidayakan diantaranya kerapu sunu, merah, cantik, bebek, cantrang dan beberapa jenis lainnya. Tak hanya kerapu, di dalam KJA juga dibudidayakan lobster berbagai jenis. Adapun total KJA saat ini adalah sebanyak 47 petak dengan ukuran 4x4 meter dengan ketinggian air pada jaring sekira 3,5 meter yang terbuat dari kayu ulin dan limbah drum bekas Pupuk Kaltim. (adv)

Reporter : Darwin Tri    Editor : Nur Aisyah



Comments

comments


Komentar: 0