18 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Persaingan Ketat, Pemkot Minta Pencaker Miliki Skill


Persaingan Ketat, Pemkot Minta Pencaker Miliki Skill
Ilustrasi pencari kerja.

KLIKBONTANG.COM-  Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) membuat persaingan dalam dunia kerja kian ketat.

Tak ayal, hanya dengan keterampilan atau skill seseorang bisa bersaing untuk dapat terakomodir sebagai tenaga kerja.

Sebab itulah, Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Bontang meminta warga Bontang bisa membekali diri dengan keterampilan khusus.

“Di era saat ini, persaingan dunia kerja sangat ketat. Karena itu, harus bekali diri dengan skill. Khususnya, sesuai dengan kebutuhan pasar kerja di Bontang,” jelas Ikhwan Agus, Kabid Penempatan Tenaga Kerja, Dinas PMTK-PTSP Bontang kepada klikbontang.com belum lama ini.

Keterampilan yang dimaksudkan pun, harus memiliki bukti tertulis. Baik dalam bentuk pengalaman kerja hingga sertifikasi keterampilan dari lembaga terkait.

Sehingga para penyedia lapangan kerja memiliki alasan untuk merekrut sebagai tenaga kerja.

Beberapa keterampilan kerja yang banyak dibutuhkan di Kota Bontang, seperti ahli las, pipa, hingga keahlian di bidang pendidikan, kesehatan ataupun keuangan.

“Kadang kita punya lowongan, tapi tidak diminati warga Bontang. Seperti galian pipa gas baru-baru ini. Beberapa pekan dipajang, tidak ada peminat. Akhirnya, ambil tenaga dari luar Bontang. Karena mereka punya keahlian itu,” kenangnya.

Berbeda dengan lowongan kerja Turn Arround (TA) Pupuk Kaltim dan Shut Down Badak LNG. Kata dia dalam dua hari dipajang, langsung diserbu seribu lebih pelamar.

Sedangkan yang akan dipekerjakan hanya seratusan orang. Dan mereka adalah para tenaga yang memiliki skill yang diperoleh dari pendidikan atau pengalaman bekerja di bidang tersebut.

“Pada akhirnya, tetap mereka yang punya keterampilanlah, yang akan diprioritaskan bekerja. Bidang apapun itu,” tuturnya.

Bagi angkatan kerja baru, terang dia, sebaiknya membekali diri dengan keterampilan kerja.

Baik melalui bangku universitas ataupun lembaga pelatihan kerja. Tujuannya bukan hanya untuk menjadi tenaga kerja, namun mengisi peluang bisnis di daerah.

“Seperti pelatihan jadi chef untuk buka kafe yang punya prospek bagus di Bontang. Dan pelatihan seperti ini sudah dilakukan Pemkot, bahkan sampai dimagangkan ke perusahaan catering,” tutupnya.(*)

Reporter : Imran Ibnu    Editor : Nur Aisyah



Comments

comments


Komentar: 0