18 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Moto Kota Bontang; TAMAN jadi Gambaran Masa Depan Kota


Moto Kota Bontang; TAMAN jadi Gambaran Masa Depan Kota
Nursalam, Ketua DPRD Bontang pencetus moto TAMAN.

WARGA Bontang, Kalimantan Timur pasti sudah tidak asing dengan kata ‘TAMAN’. Ya, singkatan dari Tertib, Agamais, Mandiri, Aman, Nyaman ini merupakan moto sekaligus simbol eksistensi Bontang sebagai kota di Kalimantan Timur. Lantas, bagaimana asal mula nama ini?

Pemilihan nama ‘TAMAN’ sebagai julukan Kota Bontang memang banyak pertimbangan dari berbagai macam aspek, terutama semboyan yang mampu mewakili setiap golongan, suku, dan budaya di Bontang. Maklumlah, Bontang sebagai kota miniatur Indonesia mini yang dihuni banyak warga perantauan. KLIK JUGA: Pemerintahan Bontang dari Masa ke Masa

Moto Kota Bontang ini tidak serta merta dibentuk dan dipilih menjadi semboyan kota. Namun, di tahun 2001 yang merupakan awal kepemimpinan Sofyan Hasdam sebagai wali kota, semua itu harus dimulai dari nol.

Pencetus kata ‘TAMAN’ ini adalah Nursalam, Ketua DPRD Bontang yang kala itu masih berprofesi sebagai wartawan. Dikisahkan Nursalam, di tahun 2001, Bontang belum memiliki apa-apa. Sehingga, pada saat itu Salam tergerak untuk ikut dalam memberikan sumbangsih pemikiran untuk Bontang.

“Saat itu memang awal pembangunan. Bontang belum memiliki apa-apa. Saya pun ikut andil untuk memberikan masukan bagi moto Kota Bontang,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Diakui Salam, saat itu bukan cuma kata ‘TAMAN’ saja yang diajukan untuk dipilih menjadi moto Kota Bontang. Ada juga kata lain yang menjadi pilihan yaitu ‘IDAMAN’. Namun saat itu Sofyan Hasdam selaku Wali Kota Bontang lebih tertarik dengan kata ‘TAMAN’. Dengan alasan, di dalam konotasi ‘TAMAN’ itu ada kata ‘Agamais’. Bagi Wali Kota saat itu, kata Agamais sangat bagus maknanya untuk Bontang.

“Karena Agamais itu maknanya luas. Di mana waktu itu kami menginginkan warga Bontang mencerminkan dirinya dari Agamais. Yakni taat beribadah menurut ajaran agama masing-masing,” kata Nursalam.

Dikisahkan Nursalam, awalnya ‘T’ dalam akronim itu bukan tertib, melainkan teduh. Tetapi, Sofyan Hasdam menyarankan kata teduh tersebut diganti menjadi tertib. Harapannya, dengan kata tertib tersebut, semua komponen mulai dari pemerintah dan masyarakat akan berlaku tertib dan menjaga ketertiban.

“Karena kami mengharapkan Bontang menjadi kota yang tergambarkan dari kata TAMAN itu. Yakni, jika semua unsur yang ada tertib, maka terisi nilai-nilai Agamais. Dan dari Agamais akan melahirkan orang-orang yang mandiri dan kota yang aman. Dengan kondisi kota yang aman dan kondusif, investor tidak akan ragu untuk berinvestasi. Ketika keamanan terjaga, kondisi nyaman pun didapatkan,” paparnya tentang makna kata ‘TAMAN’. KLIK JUGA: Semboyan Bontang; Bessai Berinta, Dipopulerkan Warga Bontang Kuala

Dari kata ‘TAMAN’ inilah, Nursalam kemudian dikenal sebagai tokoh pencetus Moto Bontang. Dia mendapatkan penghargaan bertepatan di malam ulang tahun Kota Bontang yang pertama. Malam itu, kata ‘TAMAN’ dikukuhkan menjadi Moto Kota Bontang. (*)

Reporter : Tim Redaksi     Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0