20 Oktober 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Pertamina Tetap Pakai Standar Akuntansi Atasi Masalah Kilang


Pertamina Tetap Pakai Standar Akuntansi Atasi Masalah Kilang
Ilustrasi.

KLIKBONTANG.COM- PT Pertamina (Persero) menegaskan tidak bakal mengubah sistem akuntansi keuangannya untuk atasi problem pembangunan kilang minyak. Padahal Presiden Joko Widodo pernah meminta perusahaan pelat merah itu mengganti standar akuntansinya agar proyek bisa berjalan cepat.

Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman mengatakan perusahaannya sudah mengambil langkah mengurangi kewajibannya membeli produk hasil kilang untuk mengatasi problem kilang. Jadi, nantinya Pertamina tidak lagi menyerap 100% hasil kilang, tapi berbagi dengan mitranya.

Sampai saat ini, ada dua proyek yang Pertamina tidak menjadi pembeli tunggal hasil produk kilang. Mereka yakni proyek peningkatan kapasitas dan kemampuan kilang di Cilacap dan pembangunan kilang baru di Tuban.

Kedua mitranya yakni Saudi Aramco di proyek Cilacap dan Rosneft di Kilang Tuban juga sudah sepakat menyerap hasil produk kilang. Adapun terkait produk kilang yang akan diekspor, maka hal tersebut diserahkan oleh kebijakan masing-masing perusahaan.

Alhasil, Pertamina tidak perlu lagi mengubah standar akuntansi keuangan perusahaannya. "Sudah tidak ada masalah. Kalau tidak ada masalah untuk apa diubah (sistem akuntansinya)," kata Arief di DPR Jakarta, Senin (28/8/2017).

Presiden Joko Widodo pernah menyarankan Pertamina mengubah sistem akuntansi yang selama ini mereka pakai yakni Interpretasi Standar Akunthansi Keuangan No 8. (ISAK 8). Hal ini disampaikan Jokowi saat bertemu Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar beberapa waktu lalu.

Tujuan perubahan sistem akuntansi itu agar Pertamina tidak terbebani seluruh utang dari mitranya. Dengan standar akuntansi yang diterapkan saat ini, BUMN energi ini harus mencatatkan seluruh utang mitranya karena kewajiban membeli seluruh minyak hasil olahan kilang. (KLIK JUGA: Pertamina Kantongi Tiga Calon Mitra Kilang Bontang)

Selain mengubah skema kewajiban penyerapan produk kilang, Pertamina juga mengubah jadwal pembangunan kilang untuk meringankan keuangan perusahaan. Direktur Megaproyek dan Petrokimia Pertamina Ardhy N. Mokobombang mengatakan saat ini masing-masing proyek menjalani tahapan berbeda.(*)

Reporter : Katadata    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0