16 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Fahmi dan Pengusaha Kembalikan Kerugian Negara Proyek Eskalator


Fahmi dan Pengusaha Kembalikan Kerugian Negara Proyek Eskalator
Eskalator di gedung DPRD Bontang yang diduga dalam pengadaannya merugikan negara karena penggelembungan anggaran.(ist).

KLIKBONTANG.COM-  Tersangka kasus korupsi tangga eskalator DPRD, Fahmi Rizal menyambangi kantor Kejaksaan Negeri Bontang, Senin 28 Agustus 2017 siang. Kunjungan Fahmi untuk menyerahkan uang pengganti atas kerugian negara dari hasil korupsi proyek pengadaan tangga eskalator tahun anggaran 2015 lalu.

Fahmi datang sendiri ke kantor Kejari di jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara. Mengenakan seragam pegawai coklat-coklat, Fahmi langsung menyerahkan uang tunai sekitar Rp 250 juta yang disimpan di dalam kantong plastik hitam ke Plt Kejari Agus Kurniawan.

“Saya tegaskan sekali lagi, pengembalian uang kerugian negara ini tidak menghentikan proses hukum yang tengah berjalan,” ujar Plt Agus kepada wartawan di ruangan Kejari lantai 2.

Agus mengatakan, upaya tersangka untuk mengganti kerugian negara patut diapresiasi. Menurut dia, kendati tersangka  tidak mengakui menerima aliran dana. Namun, sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) posisi tersangka diberatkan sebagai penanggung jawab atas penggunaan anggaran di instansinya.

Menurut Agus Kurniawan, hal ini menjadi contoh bagi pejabat lainnya  dikemudian hari. Agar selalu awas, atas penggunaan anggaran di intansi mereka. Dia mengimbau agar pejabat lainya, mencontoh kasus ini supaya tidak terjerat kasus pidana karena bawahan mereka.

“Ini shock therapy juga bagi pegawai lainya, agar tidak percaya langsung kepada bawahan,” kata Dedi di sela-sela penantanganan bukti serah terima di hadapan wartawan.

Lebih lanjut, uang kerugian negara dari tersangka, untuk sementara waktu akan disimpan pihak kejari di Bank. Setelah putusan dari pengadilan terbit, baru dana tersebut disetorkan ke kas daerah. Uang kerugian negara diprediksi bertambah.

Sebab, dijadwalkan Selasa 29 Agustus 2017 siang, pihak kejaksaan juga bakal menerima uang pengganti dari Sub Kontraktor proyek eskalator. Penyerahan uang tersebut, kata Dedi, merupakan inisiatif dari pengusaha yang merasa ada keuntungan lebih dari proyek ini. 

Sementara itu, proses penyidikan kasus ini masih terus berjalan. Pihaknya masih menunggu hasil audit kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Timur. Dari informasi yang diterima, kerugian negara dari kasus korupsi pengadaan tangga eskalator sekitar Rp 1,1 milliar.

“Kemarin saya sempat dapat bocoran, hasil audit BPKP kerugian negara sekitar Rp 1,1 milliaran lah,” kata Agus Kurniawan.(*)

Reporter : Ichwal Setiawan     Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0