20 Agustus 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Gammi Bawis Posisi Keempat, Vote API 2017 Masih Dibuka


Gammi Bawis Posisi Keempat, Vote API 2017 Masih Dibuka
Gammi Bawis.

KLIKBONTANG.COM- Proses dukungan kepada makanan khas Kota Bontang, Kalimantan Timur, Gammi Bawis di ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017 masih dibuka hingga 31 Oktober 2017.

Sejatinya, galang dukungan sudah dibuka per 1 Juni 2017 lalu. Hingga 31 Juli 2017, sebanyak 57.336
votes yang masuk, dimana angka tersebut sudah melampaui jumlah votes dari penyelenggaran tahun sebelumnya.

"Ini pencapaian sangat luar biasa, kami mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan peran serta semua pihak yang telah turut ambil bagian dalam kegiatan API 2017," tulis Nanda Satria Azwar, Ketua Penyelenggara API 2017 melalui siaran pers yang diterima meja redaksi KlikBontang.com, malam ini.

Berdasarkan hasil rekapitulasi suara sementara sampai 31 Juli 2017, makanan khas Kota Bontang, Gammi Bawis kategori makanan tradisional terpopuler berhasil mengumpulkan suara 10 persen atau berada di peringkat keempat.

Rekapitulasi suara sementara kategori makanan tradisional terpopuler API 2017. (SUMBER: PANITIA API 2017)

Angka ini masih tertinggal dari Bolu Berendam, makanan khas Kabupaten Indragiri Hulu yang berhasil mengantongi 33 persen suara, lalu diperingkat kedua dan ketiga ada makanan Enbal dari Maluku Tenggara sebanyak 24 persen dan 11 persen dikantongi Soto Betawi dari Jakarta Pusat.

Meski begitu, dukungan untuk Gammi Bawis masih terus bisa mengalir sampai 31 Oktober 2017. Caranya, mengirimkan SMS atau pesan singkat dengan mengetik API(SPASI)4F lalu kirim ke 99368 sebanyak-banyaknya. Bisa pula mengunjungi situs resmi API 2017 (KLIK DISINI) 

Kegiatan API 2017 ini sendiri diikuti 34 Provinsi dan 105 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia yang terwakili dalam 150 nominasi dalam 15 kategori yang ada. Sementara Gammi Bawis bersaing dengan 9 makanan khas daerah lainnya. Mulai Aunu Senebre dari Papu Barat, Binte Biluhuta dari Gorontalo, Daging Se'i dari Kupang, Kaledo dari Donggala, Soto Betawi dari Jakarta.

API sendiri adalah rangkaian kegiatan tahunan yang diselenggarakan dalam upaya membangkitkan apresiasi masyarakat terhadap Pariwisata Indonesia. Disamping itu penyelenggaraan API juga bertujuan untuk mendorong peran serta berbagai pihak terutama Pemerintah Daerah untuk lebih berupaya dalam mempromosikan pariwisata di daerahnya masing-masing. (*)

Reporter : Aysah Idris    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0