20 Agustus 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Penyidik Tetapkan 4 Tersangka Proyek Eskalator DPRD Bontang


Penyidik Tetapkan 4 Tersangka Proyek Eskalator DPRD Bontang
Tangga Eskalator di kantor Sekretariat DPRD Bontang (DOK/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.COM- Kejari Bontang menetapkan 4 tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan eskalator DPRD Bontang tahun 2015 senilai Rp 2,9 miliar. Seorang diantaranya adalah Sekretaris DPRD Bontang, FR.

Penetapan tersangka setelah Kejari Bontang menggelar ekspos di gedung Satuan Petugas Khusus Kejati Kaltim, di Jalan Bung Tomo, Samarinda, Kamis (10/8/2017) malam.

Dalam kasus itu, FR sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), KML sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), SM sebagai rekanan penyedia barang, serta NGH sebagai sub kontraktor rekanan.

"Pelaksana tugas Kajari Bontang Agus Kurniawan, bersama tim penyidiknya, melaksanakan ekspose kasus di hadapan Pak Wakajati, dan para asisten, jaksa senior dan Satgasus Kejati Kaltim," ujar Kasi Penerangan Hukum Kejati Kalimantan Timur Acin Muksin kepada wartawan.

"Untuk TSK sementara sebanyak 4 orang yaitu FR (PPK/Sekwan), Kml (PPTK), Sm (Penyedia Barang/Rekanan), Ngh (Subkon Penyedia/Subkon Rekanan)‎," sambung Acin.

Muksin menerangkan, dalam ekspose itu, disimpulkan 2 poin penting. Pertama, sementara menetapkan 4 orang tersangka. "Bahwa alat bukti telah terpenuhi ya, untuk menetapkan tersangka berjumlah 4 orang," ujar Muksin.

Kedua, kepada penyidik Kejari Bontang, diberikan waktu selama 10 hari sampai tanggal 21 Agustus 2017 mendatang, untuk melakukan pendalaman kasus. "Sekaligus juga, menyempurnakan, melengkapi penyidikan, serta melakukan upaya paksa tahap penyidikan," ujar Muksin.

"Selain itu juga, untuk jaksa juga melengkapi alat bukti, dan barang bukti. Hingga melakukan penggeledahan, dan juga penyidikan," tambahnya.

Dijelaskan Muksin, dugaan proyek eskalator DPRD Bontang dengan plafon anggaran atau pagu senilai Rp 2,9 miliar pada APBD tahun 2015 itu, berpotensi merugikan negara senilai Rp 1,4 miliar.

Ia menambahkan, Kejati Kaltim juga meminta Tim Penyidik Kejari Bontang melakukan upaya paksa tahap penyidikan, untuk memudahkan melengkapi alat bukti dan barang bukti. (KLIK JUGA: Kasus Korupsi Eskalator, Dua Anggota DPRD Bontang Diperiksa)

"Melakukan pengeledahan. Itu hasil ekspos yang harus dilaksanakan oleh Kejari Bontang," tambahnya.

 Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Dewan, Fahmi Rizal, membenarkan adanya kabar tersebut. Namun, dirinya bergeming memberikan komentar dalam. Kepada Klikbontang, Fahmi mengaku masih memikirkan upaya hukum yang bakal diambil atas kasus ini.

“Waduh, saya masih pikir-pikir dulu, nanti lah,” kata Fahmi kepada Klikbontang.(*)

Reporter : Ichwal Setiawan | Berbagai Sumber    Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0