18 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Dalam Semalam, Satpol PP Jaring 27 Pelajar dari Warnet


Dalam Semalam, Satpol PP Jaring 27 Pelajar dari Warnet
Aparat Satpol PP Bontang saat merazia warung internet Kamis 10 Agustus 2017 malam (KLIKBONTANG/FANNY)

KLIKBONTANG.COM- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bontang mengamankan sebanyak 27 pelajar lintas jenjang pendidikan pada Kamis 10 Agustus 2017 malam.
 
Rinciannya 5 pelajar jenjang Sekolah Dasar (SD), 17 pelajar dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 5 pelajar jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
 
Para pelajar itu diamankan saat bermain di sejumlah warung internet di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) dalam waktu belajar antara pukul 19.00 wita hingga pukul 21.00 wita.
 
Basri Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Bontang menjelaskan, operasi tersebut merupakan wujud penegakan Peraturan Walikota nomor 8 tahun 2008 tentang Wajib Belajar sejak pukul 19.00 hingga 21.00 wita.
 
Hasil operasi yang diamankan, sebelumnya telah diintai sejumlah personel polisi pemkot berada di warnet untuk kegiatan selain belajar.
 
Saat ditemukan petugas, kata dia, beberapa pelajar tertangkap membuka situs game online, nonton film hingga situs lain yang tak berhubungan dengan materi sekolah.
 
"Petugas kami di lapangan,  mencatat alamat warnet yang jadi tempat main. Lalu disampaikan ke markas. Setelah itu, baru tim patroli turun untuk mengamankan mereka ke kantor (Satpol PP)," jelas Basri di kantor Satpol PP Bontang, Kamis 10 Agustus 2017 malam.
 
Bukan hanya warnet, Basri memastikan tetap mengamankan remaja yang beraktivitas di luar rumah dalam jam belajar, yang tak terkait dengan materi sekolah. 
 
Para pelanggar pun menjalani proses pembinaan. Mulai dari wejangan tentang pentingnya pendidikan, bahaya game online, situs porno, hingga ancaman narkoba dan sejenisnya bagi masa depan.
Petugas pun meminta seluruh anak berjanji tidak mengulangi kesalahan serupa. Yang diabadikan dalam bentuk surat pernyataan.
 
" Surat pernyataan itu, dibuat dan disanggupi setiap anak. Nanti akan disampaikan ke orang tua dan sekolah masing-masing. Lengkap dengan konsekuensi jika kembali tertangkap melakukan hal yang sama," terangnya.
 
Dalam pembinaan itu, Satpol PP juga menghadirkan perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang. 
 
Sehingga, shock theraphy yang diperoleh bisa dirasakan sang siswa, lantaran pembinaan akan berlanjut ke rumah dan sekolah. Usai digelar dua malam berturut-turut, Basri menemukan dua jenis respon berbeda dari orang tua murid.
 
Ada yang sepakat dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Mereka umumnya paham pentingnya pendidikan bagi anak, dan bahaya pergaulan ketika berada di luar rumah dan sekolah.
Ada pula yang keberatan anak mereka diangkut Satpol PP.
 
" Mereka marah anaknya ditangkap. Padahal, tidak ada sikap arogansi, atau niat buruk kami kepada anak mereka. Ini justru membantu mereka mendidik anak ketika di luar rumah dan sekolah," ungkapnya (*)
Reporter : Imran Ibnu    Editor : Nur Aisyah



Comments

comments


Komentar: 0