16 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Uang Nasir Rp 80 Juta dan Emas 300 Gram Ludes Terbakar


Uang Nasir Rp 80 Juta dan Emas 300 Gram Ludes Terbakar
Korban Kebakaran Nasir (Tengah) mengenakan baju seragam Security tak berkancing mencari puing-puing sisa dari rumahnya yang terbakar,Senin (17/7/2017). Foto : Ikwal

NASIR masih tak percaya rumah yang telah dihuni sejak 31 tahun ini, menyisakan puing-puing rangka kayu hangus. Bersama sang isteri, Syaharanie dia merintis usaha menjual ikan di pasar Rawa Indah sejak beberapa tahun silam. Kerja kerasnya bertahun-tahun mengumpulkan rezeki, musnah. Harta benda, rumah uang tunai Rp 80 juta serta perhiasan emas 300 gram raib dilahap si jago merah.

Tak mengenakan alas kaki, memakai baju seragam security yang dibiarkan tak terkancing, dan setelan pendek Nasir melihat sisa-sisa barang yang mungkin masih luput terbakar. Selang 1,5 jam mengais puing rumahnya, tak ada hasil bagus. Seluruh barangnya habis terbakar.

“Sisa ini saja yang saya pakai pak,” ungkap Nasir terbata berbahasa Indonesia bercampur dengan bahasa daerah kepada Klikbontang.

Klik Juga : Satu Jam, 3 Rumah di Tanjung Laut Indah Ludes Terbakar

Saat kejadian, dia masih menuju ke darat usai melaut sejak pagi harinya. Begitu bersandar, kabar tak menyenangkan langsung diterima. Bukan harta yang dicarinya pertama kali. Keluarga, anak dan istri yang membuatnya was-was.

5 anak, dan isterinya selamat dari musibah ini. Nasir tertegun melihat seluruh harta bendanya singkat dilahap api. Kurun satu jam, api berhasil dipadamkan. Seluruh harta benda di dalam lemari, termasuk uang tunai dan emas luput untuk diselamatkan.

“Kata orang pak, sempat diselamatkan uang dan emas. Tapi tas berisi barang berharga, tak sempat diselamatkan,” ungkapnya tabah.

Uang tersebut rencananya untuk merehab rumah kayu miliknya. Rumah berukuran 10x 20 meter ini tengah dalam masa perbaikan. Pekerjaan konstruksi tengah berjalan. Hanya saja, nasib berkata lain. Belum genap satu pekan, impian memiliki rumah yang lebih baik pupus dalam waktu satu jam.

Sekarang, Nasir dan keluarga hanya berpasrah. Berharap pemerintah menyalurkan  bantuan, baik pakaian bekas maupun kebutuhan lainya. Dirinya kini, menetap di rumah keluarga. Berusaha merajut kembali rencana yang kandas dengan musibah ini.

“Semoga saja ada bantuan dari Pemkot. Karena tidak ada lagi saya punya apa-apa,” tuturnya.(*)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0