23 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Muhammad Satriadi, Siswa Miskin Bontang yang Dapat Beasiswa Kuliah di Rusia (1)


Muhammad Satriadi, Siswa Miskin Bontang yang Dapat Beasiswa Kuliah di Rusia (1)
Satriadi (kanan) bersama keluarga. (Foto: Qadlie Fachruddin)

KLIKBONTANG - Kisah Muhammad Satriadi bak dongeng dari negeri seribu satu malam. Lahir dari keluarga miskin, pemuda kelahiran Malaysia 1 Agustus 1997 itu tak pernah bermimpi bakal kuliah di Rusia, negara bagian Uni Soviet yang terletak di sebelah timur Eropa dan utara Asia.

Rumah bangsal tiga pintu di Jalan Kapal Selam 3, Kelurahan Lhoktuan, Kecamatan Bontang Utara, itu tampak lusuh dari depan. Kanopinya menjadi tempat beranak pinak laba-laba dan debu jalan yang menempel sedari lama. Cat sepia juga sudah kadung pudar, diluluhlantakkan umur dan zaman.

Di tengahnya hiduplah Satriadi, putra bungsu pasangan Ruslan Abdullah dan Siti Fatimah. Keluarga berdarah Flores, Nusa Tenggara Timur ini sudah di sana sejak 2008 lalu saat sang kepala keluarga bekerja di Negeri Jiran sebagai buruh kasar. Ada tujuh nyawa yang merapal mimpi setiap malam di rumah sederhana itu. Selain Satriadi dan kedua orangtuanya, ada empat saudara Satriadi lain yang tinggal satu atap di sana.

Ya, perjalanan Satriadi ke Rusia sebagai siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Bontang memang penuh haru dan duka. Di tengah keterbatasan dan himpitan ekonomi, peluang untuk mengikuti program beasiswa ke luar negeri sejatinya telah kandas di tengah jalan. Itu terjadi saat informasi pendaftaran beasiswa ke Rusia tak jua kunjung datang dari teman-teman terdekat remaja berkulit sawo matang ini. "Waktu itu hanya sekadarnya saja," kata Satriadi kepada klikbontang, Sabtu (25/4/2015) siang tadi.

Dewi Fortuna akhirnya hadir ketika seorang senior Satriadi di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, memberikan link pendaftaraan beasiswa itu. Lewat pelbagai cara, Satriadi mencoba peruntungannya.

Singkat cerita, ending proses ini berbuah manis. Pasca melewati serangkaian tes, Satriadi terpilih dari ratusan siswa di Kaltim yang juga mengikuti program ini.

Selama menjalani proses itu, ada kebiasaan yang dilakukan Satriadi; bernazar untuk puasa sehari. Ya, setiap kali lulus tes, niat itu dilakukan. Maklum saja, seleksi untuk mendapatkan beasiswa kuliah di Rusia tahun ini sangat ketat.

Selain mengikuti tes tertulis, juga harus melakoni tes wawancara langsung. Tantantangannya makin berat manakala Satriadi harus bersaing dengan 400 siswa dari seluruh penjuru Kaltim untuk berebut kuota 50 tiket kuliah gratis ke Rusia.

Merapal doa dan harap saban malam, akhirnya terkabul. Nama Satriadi terpilih sebagai salah satu siswa yang akan mewakili Bontang, Kaltim, dan Indonesia untuk menimba ilmu di bekas negara komunis itu. Dari Kota Taman, Satriadi adalah satu dari tujuh siswa yang akan bertolak ke Rusia sekira akhir tahun ini pasca mengikuti pelatihan dasar di Samarinda beberapa bulan ke depan.



Reporter : Qadlie Fachruddin    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0