14 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Rapat Mediasi Cleaning Service, Agus Haris Minta Eks Karyawan Kembali Direkrut


Rapat Mediasi Cleaning Service, Agus Haris Minta Eks Karyawan Kembali Direkrut
Rapat mediasi antara PT Bumi Bangkirai Mandiri dengan perwakilan puluhan eks karyawan dengan Kabag Umum, Dinas Tenaga Kerja dan Perizinan serta BPJS Ketenagakerjaan, di Kantor Sekretariat DPRD Bontang, Rabu 31 Mei 2017

KLIKBONTANG.COM Buntut pemberhentian 44 karyawan PT Bumi Bangkirai Mandiri (BBM) sebagai Cleaning Service di lingkungan Pemkot Bontang  terus berlanjut. Komisi I DPRD Bontang menggelar rapat mediasi antara pihak perusahaan beserta perwakilan eks karyawan dan stakeholder terkait, Rabu (31/5).

Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi I DPRD, Agus Haris sempat berjalan alot. Pihak perusahaan dan perwakilan eks karyawan saling menyampaikan keluhan satu sama lain. Namun diakhir rapat, DPRD menyarankan agar pihak perusahaan kembali merekrut karyawan lama mereka.

Ketua Komisi I, Agus Haris mengatakan pihaknya meminta agar pemberi kerja kembali menggunakan jasa 40 karyawan yang telah di-PHK perusahaan. Sebab, opsi pemutusan hubungan kerja harus disertai uang pesangon sesuai dengan porsi masing-masing karyawan.

Namun, lantaran dokumen kontrak tidak mencamtumkan anggaran untuk pesangon. Sehingga kebijakan pemutusan hubungan kerja tak dapat dilakukan.

“Lebih baik PT BBM kembali memperkerjakan mereka. Karena amanah Undang- undang setiap karyawan dipecar wajib mendapat pesangon dari perusahaan, karena tidak ada yah lebih baik direkrut kembali,” kata pimpinan rapat Agus Haris.

Sedangkan Wakil Komisi I, Bilher Hutahean meminta agar usulan perekrutan kembali karyawan harus sesuai dengan kontrak kerja. Sebab, apabila tak sesuai berpotensi menjadi temuan hukum berakibat pada sanksi pidana bagi kedua belah pihak, pemerintah dan pihak perusahaan.

Menaggapi hal itu, penyedia kerja dalam hal ini Pemkot Bontang, melalui Kabag Umum Pemkot, Baharuddin menuturkan di dalam dokumen Surat Perintah Kerja (SPK) hanya mengakomodir 86 karyawan saja. Namun, diperjalanan PT BBM tetap memperkejakan 130 karyawan sampai pada bulan ke-4 tahun ini.

KLIK JUGA: Ical Tolak Usulan Komisi I DPRD, Tetap Berkerja Sesuai Kontrak

KLIK JUGA: Ancam Demo Lanjutan, Yadi: Kita Akan Minta Dinas Cabut Izin PT BBM

Kemudian perusahaan memberhentikan masa kerja mereka, lantaran dianggap tidak lolos dalam tes yang digelar pemerintah. Alhasil, gaji pekerja selama 4 bulan tak terbayarkan karena pihak perusahaan hanya mengacu pada kontrak kerja dari pemerintah.

“Ibu Walikota sudah pesan agar tidak ada PHK, karena di dalam dokumen tidak ada uang pesangon bagi karyawan yang dipecat,” ujarnya.

Pun demikian, pihaknya mengaku tidak dapat mencampuri urusan internal perusahaan. Namun, dirinya sudah menyampaikan sesuai arahan dari Walikota Bontang terkait pemutusan hubungan kerja.(*)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0