26 Januari 2020

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Lebih Intim dengan Lurah Ihsan; 10 Tahun Mengabdi di Bontang


Lebih Intim dengan Lurah Ihsan; 10 Tahun Mengabdi di Bontang
Lurah Belimbing, Muhammad Ihsan

LAKSANA anak kecil yang sibuk mondar mandir di depan orang tuanya, awan mendung terus menutupi matahari. Waktu menunjukkan pukul 9 pagi namun awan itu masih gigih memberikan suasana sendu kepada warga Bontang.

Di tepi perumahan BTN PKT tepatnya di Jalan Abdul Rauf nomor 40 sebuah berdiri kompleks kantor Kelurahan Belimbing terdiri dari 3 bangunan. Berfungsi menaungi masyarakat Belimbing yang sebanyak 11 ribu jiwa di dalamnya terdapat seorang pria pemilik kumis halus berusia usia 33 tahun yang pada bulan lalu diamanatkan Walikota Bontang Neni Moerniaeni meneruskan jabatannya sebagai lurah. Dia lah Muhammad Ihsan, Lurah Belimbing saat ini.

Di ruangan bernuansa hijau, dia duduk membelakangi jendela menghadap ke meja yang dihiasi dokumen-dokumen kerjanya sebagai lurah. Ihsan yang lahir di Banua Lawas Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan itu memutuskan hijrah dari kampung halamannya pada 2002 lalu ke Bontang saat masih berstatus pelajar kelas 2 Sekolah Menengah Atas (SMA).

Berawal dari keinginannya mendapatkan serta merasakan suasana yang baru, dan keinginan untuk memperoleh sesuatu yang lebih, dirinya menerima ajakan sang paman untuk pindah ke Kota Taman kala itu. Melanjutkan pendidikan kelas 3 di SMA Negeri 1 Bontang dengan penuh harap ia menjalani hari-hari di kota ini untuk menemukan sesuatu yang baru, pengalaman baru, wawasan baru, lingkungan yang baru segala sesuatu serba baru di matanya.

“Saya berprinsip untuk mendapatkan sesuatu yang lebih dari sebelumnya,” tutur dia.

Sebisa mungkin dia berhubungan dengan orang tuanya di kampung, sampai saat ini tiada hari tanpa mengabari keluarganya untuk sekedar bersilaturahmi. Ihsan muda yang telah ditinggal mendiang ayahnya ketika masih umur 3 tahun, berpikiran tidak ingin lagi membebani ibunya yang sehari-sehari berkerja sebagai wiraswasta.

Tidak pernah terbayang olehnya berkerja sebagai abdi negara, dikarenakan untuk itu ia harus melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Uang lagi uang lagi pikirnya. Dia hanya fokus untuk menyelesaikan pendidikan SMA-nya dan mendapatkan pekerjaan yang bisa mengurangi bebannya di dalam keluarga.

“Asumsinya untuk jadi PNS harus kuliah dan membutuhkan dana yang tidak sedikit,” ujar Ihsan.



Reporter : Arsalan Muhammad    Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0