18 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Dirumahkan, Honorer Kelurahan Bontang Baru Ini Usaha Laundry


Dirumahkan, Honorer Kelurahan Bontang Baru Ini Usaha Laundry
Agus Slamet (35) pegawai honorer di Kelurahan Bontang Baru (KLIKBONTANG/ FANNY)

KLIKBONTANG.COM- Agus Slamet (35) pegawai honorer di Kelurahan Bontang Baru yang dirumahkan per 1 Januari 2017, hanya bisa pasrah menggantungkan nasib pada sang Ilahi. 

Musababnya, jika ingin kembali bekerja, ada persyaratan yang harus dilengkapi namun tak bisa ia penuhi. Salah satunya, membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Syarat ini dirasa berat bagi pria yang tak sempat menyelesaikan bangku Sekolah Dasar itu.

Ditemui klikbontang.com di rumah petak kontrakannya Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Slamet--sapaan akrabnya, khawatir tak bisa kembali bekerja lantaran tak memiliki akta kelahiran.

“Syarat buat SKCK ada yang baru, harus ada akta kelahiran. Sedangkan saya tidak punya akta,” kata dia.

Sejak kecil, ia mengaku tak memiliki akta kelahiran, disebabkan ia diangkat oleh orang tua asuh. Tak pernah membuat akta kelahiran, dikarenakan kedua orang tua angkat Slamet tergolong ekonomi lemah.

Pun begitu, ia tak lantas pasrah begitu saja. Dalam waktu dekat, ia berencana akan meminta bantuan ke Kantor untuk memberikan kebijakan soal itu.

“Akan saya usahakan. Kalau dipertahankan saya syukur, kalau enggak dipertahankan juga mau apalagi. Tapi Pak Lurah sempat bilang akan mempertahankan saya. Semoga saja,” harapnya.

Sepekan sudah ia tak bekerja. Namun ia sadar dapur harus tetap ngepul. Untuk melangsungkan hidup bersama istri Susiani (33), pria asal Malang itu, tak kehabisan akal. Di rumah berukuran 7x4, sepasang sejoli itu membuka usaha laundry rumahan. Untuk 1 kilogram pakaian, ia banderol seharga Rp 4ribu. Jika ingin disetrika, ia patok Rp 5 ribu.

Meski tak sebanyak upah yang dia dapatkan sebagai honorer, dari hasil jasa laundry itu ia pakai untuk belanja sehari-hari dan jajan anaknya Jefri Febri Wahyudi yang masih berusia 9 tahun. Dalam sehari, pengguna jasa laundry miliknya tak menentu, terkadang ada dan tak ada.

KLIK JUGA: Kontrak 747 Honorer Ditunda untuk Bayar Utang?

“Ya, paling banyak mungkin Rp 40ribu. Ya buat makan dicukup-cukupi aja, yang penting kita bersyukur dan tidak minta-minta kan,” ucap Susiani, istri Slamet.

Jika ada modal, ia berencana membuka usaha bubur kacang ijo dan ketan hitam. “Kalau ada modal, insha Allah kami buka,” tukas Slamet.(*)

Reporter : Tim Redaksi Klik Bontang    Editor : Nur Aisyah



Comments

comments


Komentar: 0