23 September 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Titanic Tenggelam Bukan karena Gunung Es?


Titanic Tenggelam Bukan karena Gunung Es?
Titanic. (U-Report)

KLIKBONTANG.COM- Titanic menjadi salah satu kapal laut cukup terkenal, saat diresmikan. Kapal ini menjadi kapal laut cukup besar kala itu dan mampu menampung hingga ribuan orang dalam satu kali pelayarannya.

Namun, kisah selanjutnya justru membuat Titanic kian terkenal di dunia, usai tenggelam di dasar laut. Film yang mengangkat tragedi Titanic, menjadi salah satu film tersukses sepanjang masa.

Selama ini dipercaya, jika Titanic tenggelam karena menabrak gunung es di Samudera Atlantik. Namun, menurut seorang wartawan yang meneliti Titanic selama 30 tahun terakhir, hal tersebut ternyata tidak benar.

Seorang wartawan yang telah meneliti Titanic mengklaim, jika lambung kapal melemah oleh api, yang membuat kapal tersebut tenggelam ke dasar laut. Dan tabrakan dengan gunung es kecil, membuatnya menjadi bencana besar.

"Ini bukan sebuah cerita sederhana kapal bertabrakan dengan gunung es dan tenggelam. Ini adalah badai yang sempurna dari faktor luar biasa yang datang  dari api, es, dan kelalaian manusia," ucap seorang jurnalis asal Irlandia dikutip dari Mirror.co.uk.

Jurnalis bernama Molony ini percaya, jika api telah melemahkan lambung kapal White Star Line sejak mereka meninggalkan Belfast di April 1912. Pada saat api dipadamkan empat hari kemudian, Molony percaya lambung yang terbuat dari baja telah rapuh dan lemah oleh panas lebih dari 1.000 C.

Tabrakan dengan gunung es pada pelayaran perdananya ke Amerika, membuat lambung kapal mudah robek yang menyebabkan Titanic tenggelam. Tragedi di April 1912 ini, merenggut nyawa lebih dari 1.500 orang.

Molony akan menyajikan teorinya tentang bencana dalam film dokumenter, berjudul "Titanic: The New Evidence," yang disiarkan pada Tahun Baru. Di program televisi Channel 4, ia menunjukkan tanda gelap pada lambung kapal yang terlihat dalam sejumlah foto, yang baru-baru ini dilelang.(*)

Reporter : Ramadhan     Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0