12 November 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Today in History: Conrad Rontgen Temukan Sinar X Secara tak Sengaja


Today in History: Conrad Rontgen Temukan Sinar X Secara tak Sengaja
Conrad Rontgen.

KLIKBONTANG.COM- Hari ini, Selasa, 8 November, tahun 1895, peneliti Jerman pertama kali menemukan sinar X. Fisikawan Wilhem Conrad Rontgen menjadi orang pertama yang mengetahui adanya metode untuk melihat jauh ke dalam permukaan.

Rontgen diambil dari namanya. Sebenarnya sinar itu tidak didapat dengan sengaja. Saat itu ia sedang berada di laboratoriumnya di Wurzburg, Jerman. Ia sedang menguji sinar katoda apakah bisa menembus kaca atau tidak.

Saat itu lah ia melihat sinar datang dari dan secara kimia tercetak di layar. Saat itu, hal ini tidak biasa. Sinar x adalah gelombang energi elektromagetik yang sebenarnya sama dengan sinar cahaya.

Perbedaannya, panjang gelombang sinar x mencapai 1.000 kali lebih pendek dari gelombang cahaya. Rontgen kemudian diuji di laboratoriumnya dengan sejumlah eksperimen untuk lebih mengerti tentang bagaimana ia bekerja.

Ia mengetahui kemudian bahwa sinar x bisa menembus daging manusia tapi tidak tulang yang padat. Penemuan ini menjadi fenomenal dan dianggap keajaiban medis. Tak lama untuk membuat metode ini jadi alat diagnosis penting dalam medis.

Sinar x pun digunakan dalam perang pada 1897 untuk menemukan peluru dan tulang-tulang yang patah. Namun kemudian, peneliti menyadari adanya risiko radiasi saat menggunakan sinar x.

Dalam beberapa tahun, peneliti mulai melaporkan adanya kasus terbakar dan kerusakan kulit setelah melakukan sinar x. Pada 1904, asisten Thomas Edison, Clarence Dally yang bekerja dengan sinar x meninggal karena kanker kulit.

Kematian Dally membuat penelitian terhadap metode ini jadi lebih serius. Namun bahaya radiasi tidak sepenuhnya diketahui hingga tahun 50-an. Meski demikian, Wilhelm Rontgen menerima berbagai penghargaan atas temuannya, termasuk Nobel Fisika tahun 1901. (Sumber : History.com/bbc)

Reporter : Ramadhan    Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0